CIMB Niaga Fokuskan Program CSR di Indonesia Timur: Perangi Stunting dan Dukung UMKM Perempuan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk menegaskan komitmennya dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus di kawasan Indonesia Timur. Melalui dua inisiatif utama, yakni pemberantasan stunting bekerja sama dengan UNICEF dan program pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perempuan serta penyandang disabilitas, CIMB Niaga berupaya memberikan dampak sosial berkelanjutan.
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, menjelaskan bahwa fokus perhatian di Indonesia Timur dipilih karena wilayah tersebut masih membutuhkan dukungan lebih besar dibandingkan daerah lain. “Kenapa CIMB Niaga khususkan di Indonesia Timur? Karena kami tahu memang perhatian ke Indonesia Timur itu mungkin masih kurang dibandingkan dengan daerah lain,” ujar Fransiska dalam acara media gathering di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Program pertama yang dijalankan adalah pemberantasan stunting. CIMB Niaga bekerja sama dengan UNICEF sejak 2024 untuk menjalankan program tiga tahun di 22 kota di kawasan Indonesia Timur. Program ini ditujukan untuk memberikan edukasi kepada para perempuan, ibu hamil, guru, serta tenaga kesehatan tentang pentingnya asupan gizi seimbang dan pola hidup sehat sejak sebelum masa kehamilan hingga anak berusia lima tahun.
“Stunting itu merupakan suatu perjalanan. Diawali dari seorang wanita bahkan sebelum menikah, harus makan secara sehat, lalu saat hamil pun juga harus makan yang sehat sampai kemudian melahirkan dan anaknya tumbuh hingga umur lima tahun,” jelas Fransiska.
Melalui kerja sama dengan UNICEF, CIMB Niaga memberikan penyuluhan kepada komunitas lokal serta membantu menyediakan alternatif bahan pangan bergizi yang lebih terjangkau. Salah satu contoh yang diberikan adalah mengganti beras dengan sorgum, yang memiliki kandungan gizi setara namun harga lebih murah. Program ini menargetkan sekitar 100 ribu anak untuk dideteksi indikasi stunting, dan 1.000 anak yang sudah mengalami stunting mendapatkan perawatan serta bantuan medis yang diperlukan.
Pinjaman tanpa bunga
Selain program kesehatan, CIMB Niaga juga melaksanakan program pinjaman tanpa bunga bagi UMKM di 10 kota di Indonesia Timur, seperti Kupang, Banjarmasin, Balikpapan, dan Kendari. Program ini menyasar pelaku usaha kecil, seperti pemilik warung dan pedagang kecil lainnya, dengan prioritas bagi perempuan dan penyandang disabilitas. “Delapan puluh persen harus wanita, sekitar sembilan persen adalah disabilitas, dan sisanya baru pria. Jadi maaf, pria memang kelas kedua,” ujarnya sambil berkelakar.
Selama tiga tahun terakhir, CIMB Niaga telah memberikan pelatihan kepada sekitar 670 pelaku UMKM. Setiap tahun, sekitar 400–500 orang mendaftar, dan 50 UMKM terpilih menerima pinjaman gratis dengan nilai antara Rp2 juta hingga Rp7 juta, tergantung kebutuhan. Setelah menjalani pelatihan dan membuktikan kemampuan mengelola usaha selama satu tahun, mereka berkesempatan memperoleh pinjaman tambahan hingga Rp25 juta.
“Setelah setahun dan mereka membayar cicilan, kita akan lihat mereka berhasil atau tidak. Kalau berhasil, kita berikan pinjaman tambahan. Dan sangat membanggakan sekali, ada yang bisnisnya tumbuh tiga sampai empat kali lipat,” kata Fransiska.
Baca Juga
CIMB Niaga Catat Pertumbuhan Nasabah 15–17% per Tahun, Jalankan Strategi Forward 2030
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, CIMB Niaga juga secara rutin mengunjungi kembali para penerima manfaat untuk memantau perkembangan usaha mereka dan melakukan edukasi ke sekolah-sekolah tentang pentingnya gizi dan kesehatan anak.
“Pada 13 November nanti, kami akan ke sana lagi untuk mengunjungi UMKM penerima bantuan dan anak-anak di sekolah. Kami ingin memastikan program ini benar-benar memberi dampak nyata,” pungkas Fransiska.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatatkan pertumbuhan nasabah baru di kisaran 15–17% per tahun, terutama melalui kanal-kanal digital. Pencapaian tersebut menjadi bukti transformasi digital yang terus dijalankan secara konsisten oleh bank swasta terbesar di Indonesia itu.
Menurutnya pertumbuhan positif ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital CIMB Niaga yang semakin kuat. “Saat ini CIMB Niaga adalah bank swasta terbesar di Indonesia dengan lebih dari 9,12 juta nasabah di Indonesia saja. Jumlah nasabah baru setiap tahunnya bertumbuh sekitar 15–17%, terutama lewat kanal-kanal digital,” ujar Lani.
Lani menjelaskan, CIMB Niaga memiliki komitmen kuat untuk terus melayani masyarakat Indonesia di usianya yang ke-70 tahun. “Ini adalah perayaan 70 tahun CIMB Niaga berada di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus melayani masyarakat Indonesia,” katanya. Ia mengingatkan bahwa CIMB Niaga merupakan hasil penggabungan antara Bank Niaga dan Bank Lippo.
Sejarah panjang inovasi digital bank ini telah dimulai sejak era awal perbankan modern Indonesia. Lani menyebut, CIMB Niaga adalah salah satu pelopor inovasi teknologi perbankan. “Dulu mesin ATM itu kami yang duluan. Kemudian pengembangan dari Octo yang sekarang kita kenal—Octo Mobile, Octo Click, dan Octo Business—sebetulnya juga Bank Niaga yang pertama kali memperkenalkan. Dulu namanya Go Mobile, kemudian tahun 2018 kami enhance menjadi Octo Mobile,” jelasnya.

