Kadin Dorong Kolaborasi Indonesia-Swiss di Bidang 'Green Economy' hingga 'Advance Manufacturing'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan pentingnya memperkuat kerja sama strategis dengan Swiss, khususnya pasca implementasi Indonesia - European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (EFTA CEPA).
Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M Vega mengungkapkan, dialog Swiss-Indonesian Business Networking yang salah satunya dihadiri Wakil Presiden Konfederasi Swiss HE Guy Parmelin, membuka ruang yang lebih luas bagi kedua negara untuk memperdalam sektor-sektor prioritas. Yakni, mulai dari pembangunan berkelanjutan hingga advanced manufacturing.
“Kerjasama Swiss dengan Indonesia adalah kerja sama lebih lanjut dari yang CEPA kemarin dan ini adalah suatu inisiatif antara kedua pula pihak untuk mendalami sektor-sektor yang sudah ada tapi mungkin dimajukan di dalam level yang berikutnya,” ujarnya, saat ditemui media, di sela-sela dialog Swiss-Indonesian Business Networking, di Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Baca Juga
Menfest 2025, Kadin Ajak Generasi Muda Jadi Pejuang Ekonomi Menuju Indonesia Emas
“Sektor-sektor yang kita bahas tadi antara lain tentunya adalah sustainable development, green economy, hingga advanced manufacturing,” sambung Bernardino.
Menurutnya, Swiss menunjukkan minat yang kuat pada investasi di bidang advanced manufacturing. Termauk juga dalam hal pendidikan dan vocational training.
Meski begitu, Bernardino mengakui masih ada sejumlah kendala teknis dalam implementasi kerja sama perdagangan Indonesia dengan Swiss. Meski kedua sudah memiliki perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement), namun masih ada sejumlah hal yang perlu lebih diperdalam.
“Saya yakin mungkin di dalam eksekusinya ada beberapa yang kita bicarakan hal-hal yang perlu bisa dipermudah, disimplifikasi dari beberapa proses,” katanya.
Baca Juga
Lewat “Climate Catalytic Fund”, Kadin Jadi Jembatan untuk Hadapi Perubahan Iklim
Ia menyatakan, perubahan peta arus perdagangan global dan dinamika geo-ekonomi akan memengaruhi hubungan dagang antara Indonesia dengan Swiss. Namun, ia tetap optimistis tren perdagangan bilateral akan terus meningkat.
“Karena kolaborasi kita itu harus ada, akan masuk di dalam tahap berikutnya yang lebih dalam, lebih integrated, dan harus ada imajinasi yang lebih dalam. Kita tidak bisa yang seperti yang kita lakukan selama ini. Kita akan lihat mana saja yang kita bisa tekuni dan kembangkan kerjasama dan kolaborasinya,” ucap Bernardino.

