Lewat “Climate Catalytic Fund”, Kadin Jadi Jembatan untuk Hadapi Perubahan Iklim
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama International Organization for Migration (IOM) dan Uni Eropa resmi meluncurkan Climate Catalytic Fund (CCF) atau Dana Katalis Iklim. CCF adalahprogram pendanaan bersama untuk mendukung inisiatif lokal dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Wakil Ketua Umum Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana Kadin Indonesia, Suryani Motik mengatakan, program ini hadir sebagai wadah kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan organisasi internasional. Kadin menjembatani masyarakat, dunia usaha, dan IOM melalui pendanaan bersama.
“Inisiatifnya bisa berasal dari masyarakat lokal, Kadinda (Kadin Daerah), atau penggerak kemanusiaan di lapangan. IOM akan menyiapkan dana yang sebanding dengan kontribusi dunia usaha, sehingga tercipta matching fund,” jelas Suryani dalam acara Sosialisasi Program CCF di Jakarta, Senin (29/9/2025).
Baca Juga
Wamen LH Diaz: Jakarta, Semarang, dan Makassar Alami Lonjakan Indeks Perubahan Iklim
Menurut Suryani, perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan, dari banjir berulang di pesisir Jakarta hingga kekeringan di berbagai wilayah. Melalui CCF, inisiatif masyarakat untuk merespons tantangan ini dapat diwujudkan dalam bentuk program bersama.
Salah satu contohnya, kata dia, adalah program yang sudah dijalankan Kadinda Sulawesi Tengah pasca-tsunami. Dalam program tersebut, Kadin menyediakan dana pembangunan rumah, dan IOM menyalurkan jumlah pendanaan yang setara.
“Output-nya adalah join program. Bisa berupa penelitian, pengembangan teknologi, dukungan bagi UMKM di daerah terdampak, atau pembangunan infrastruktur dasar pasca-bencana. Targetnya membantu pengusaha kecil maupun masyarakat yang rentan terhadap dampak perubahan iklim,” tutur dia.
Suryani Motik mengungkapkan, untuk memperluas jangkauan program, Kadin juga menggandeng organisasi kemasyarakatan dan lembaga kemanusiaan, seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), serta sejumlah lembaga penyelamat dan relawan kebencanaan.
Baca Juga
“Kita sosialisasikan lewat acara ini dan akan terus melibatkan Kadinda, NGO, dan mitra-mitra di masyarakat. Harapannya, akan lahir inisiatif-inisiatif lokal yang bisa dijembatani dengan dunia usaha maupun pendanaan internasional,” ujar Suryani.
Sementara itu, Chief of Mission IOM, Jeffrey Labovitz menegaskan, CCF adalah mekanisme penting untuk mempercepat aksi adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal.
“CCF adalah mekanisme untuk memobilisasi pendanaan, melihat inisiatif lokal, serta mengembangkan sektor swasta dan organisasi lokal agar mampu memitigasi perubahan iklim. Kadin adalah mitra strategis kami untuk menggerakkan sektor bisnis dan masyarakat Indonesia dalam kerangka fund ini,” papar Labovitz.

