Kilang Pertamina Ubah Wajah Pesisir Dumai Lewat Bedelau Minapolitan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui unit operasinya, Kilang Dumai, memperkuat komitmen tanggung jawab sosial perusahaan dengan menghadirkan program terintegrasi Bedelau Minapolitan. Program ini menjadi katalis perubahan sosial dan lingkungan bagi masyarakat pesisir Dumai, Provinsi Riau, sekaligus membuka jalan menuju kemandirian ekonomi lokal.
Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani menjelaskan, program Bedelau Minapolitan lahir dari hasil evaluasi terhadap potensi alam dan kebutuhan masyarakat sekitar kilang. Program ini mencakup budi daya ikan air tawar, binatu ramah lingkungan (green laundry), posyandu ibu dan anak, kelompok masyarakat peduli pesisir, hingga pengembangan pertanian sorgum.
“Program Bedelau Minapolitan lahir dari sebuah evaluasi terhadap potensi dan kondisi yang ada di masyarakat yang berpadu dengan keinginan masyarakat untuk tumbuh mandiri,” ujar Milla dalam keterangannya, Senin (22/9/2025).
Salah satu kisah transformasi datang dari Ramli, warga Kelurahan Tanjung Palas, Dumai Timur, yang telah menghabiskan hampir setengah abad hidupnya di laut. Ramli duahlunya mencari nafkah dengan menjajakan kebutuhan sehari-hari kepada awak kapal di perairan Selat Malaka, sebuah pekerjaan berisiko tinggi karena cuaca buruk dan gelombang besar.
Baca Juga
'Oversupply' Bikin Kilang Minyak di Sejumlah Negara Tutup, Pertamina Wanti-wanti Risiko
Ramli kemudian beralih ke budi daya lele bersama rekannya Nazaruddin. Meski awalnya gagal karena keterbatasan modal dan pengetahuan, mereka kemudian membentuk kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Palas Jaya yang kini menjadi mitra binaan Kilang Dumai.
Area Manager Communications, Relations & CSR Kilang Dumai Agustiawan mengatakan dukungan KPI diberikan secara bertahap, mulai penyediaan peralatan, bibit ikan, hingga pelatihan teknis.
“Kami tergerak karena para nelayan tersebut sudah lama hidup dalam kondisi berkekurangan, hingga terpaksa menjalani pekerjaan yang berbahaya. Dengan Program Bedelau Minapolitan, kami berharap bisa membantu mereka keluar dari jeratan ekonomi dan menjadi masyarakat yang mandiri,” jelasnya.
Keberhasilan Ramli menginspirasi Risman, warga setempat yang mendirikan Kelompok Barter Jaya dan membangun usaha binatu ramah lingkungan bernama Betuah Laundry pada 2023. Melalui pelatihan yang difasilitasi KPI, kelompok ini mampu memproduksi sabun berbahan dasar rumput teki, menjadikan Betuah Laundry sebagai pionir green laundry di Dumai.
Baca Juga
Bikin Bangga! Kilang Pertamina Berjaya pada Ajang CSR Internasional di India
Dampak lingkungan dan keberlanjutan
Selain mengangkat ekonomi warga, Bedelau Minapolitan juga berkontribusi pada pelestarian ekosistem pesisir. Program ini telah menanam lebih 3.000 bibit mangrove yang melindungi 86 meter garis pantai dari abrasi, sekaligus menyerap karbon hingga 53.075 ton ekuivalen per tahun. Pemasangan alat pemecah ombak juga mengurangi sedimentasi dan menekan emisi setara 81.646 kilogram CO2 per tahun.
“Sesuai namanya, Bedelau yang berarti berkilau dalam bahasa Dumai, program Bedelau Minapolitan menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara inovasi sosial dan komitmen lingkungan dapat menciptakan dampak berkelanjutan. KPI tidak hanya mengubah wajah pesisir Dumai, tetapi memberi harapan baru bagi masa depan masyarakat sekitar yang lebih hijau, inklusif, dan sejahtera,” tutup Agustiawan.

