BA Grow Hasil Hilirisasi Batu Bara PTBA Bikin Hemat Pupuk 50%
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan proyek percontohan alat produksi kalium humat, sebagai bagian dari upaya hilirisasi batu bara berkalori rendah. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi nyata untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan nasional.
Kalium humat merupakan produk turunan batu bara yang diformulasikan sebagai pembenah tanah dan pupuk hayati. Produk ini akan dipasarkan dengan merek BA Grow dalam bentuk padat dan cair. Kalium humat terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah, hasil panen. serta penghematan penggunaan pupuk kimia sampai 50%.
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arsal Ismail menegaskan bahwa peluncuran kalium humat mencerminkan transformasi perusahaan dari sekadar produsen energi menjadi penyedia produk dengan nilai tambah langsung bagi masyarakat.
“Inisiatif ini membuktikan bahwa batu bara dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan yang memberikan manfaat, khususnya bagi petani. Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada kemandirian pangan, hilirisasi industri, dan kesejahteraan masyarakat, PTBA memberi kontribusi bagi agenda pembangunan nasional,” ujar Arsal pada Jumat (22/8/2025).
Baca Juga
Bukit Asam (PTBA) Genjot Hilirisasi Batu Bara lewat Energi Alternatif Multiguna Ini
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menambahkan bahwa hilirisasi akan terus menjadi prioritas perusahaan. “Kalium humat adalah bukti persembahan kami bagi negeri untuk menghadirkan energi tanpa henti,” katanya.
Proyek ini digagas bersama tim riset UGM, dengan dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pertanian, hingga Badan Geologi. Acara peluncuran diadakan di Smart Green Learning Center (SGLC) UGM, dilanjutkan kunjungan ke demplot di Desa Bimomartani untuk melihat uji coba langsung serta mendengarkan testimoni petani.
Rektor UGM Ova Emilia menyampaikan apresiasinya terhadap PTBA menggandeng dunia akademik dalam pengembangan inovasi berbasis riset. “Kami berharap semakin banyak korporasi yang berkolaborasi dengan universitas untuk menghasilkan terobosan bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Ova.
Manfaat kalium humat
Kalium humat terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen. Uji coba awal menunjukkan peningkatan produktivitas hingga 30% dan penghematan penggunaan pupuk kimia sampai 50%.
Direktur Utama Holding BUMN Pertambangan MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyebut inisiatif ini sebagai bukti bahwa komoditas tambang tidak hanya untuk energi dan transportasi, tetapi menunjang sektor pangan.
Hal senada disampaikan Direktur Pupuk Kementerian Pertanian Jekvy Hendra yang menilai kalium humat sebagai solusi strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca Juga
Pendapatan Bukit Asam (PTBA) Semester I Naik Menjadi Rp 20,45 Triliun, Bagaimana dengan Labanya?
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid menilai proyek percontohan ini menjadi langkah awal membangun industri kalium humat dalam negeri.
Sementraa Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Surya Herjuna mendorong PTBA terus mengembangkan diversifikasi produk batu bara agar memberikan nilai tambah lebih luas.
Peluncuran proyek ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia usaha, akademisi, dan pemerintah merupakan kunci mewujudkan kemandirian ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan tema HUT ke-80 Republik Indonesia, “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” yang menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi kemajuan bangsa.

