Keamanan Siber dan Tata Kelola Jadi Senjata KPI Menembus Era Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Kilang Pertamina Internasional memperkuat keamanan siber dan etika bisnis sebagai bagian komitmen menerapkan prinsip environmental, social, & governance (ESG) untuk menjaga keberlanjutan usaha. Pendekatan ini diyakini menjadi kunci mempertahankan kepercayaan publik dan keberlangsungan bisnis di tengah persaingan global yang kian ketat.
Perusahaan yang berstatus subholding refinery dan petrochemical PT Pertamina (Persero) ini menempatkan tata kelola perusahaan yang baik atau good gorporate governance (GCG) sebagai landasan operasional di seluruh unit bisnisnya.
Pjs Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional (KPI) Milla Suciyani mengatakan setidaknya ada dua fokus utama dalam penguatan tata kelola. Pertama, perlindungan sistem komputer, jaringan, perangkat, dan data dari serangan digital atau akses tidak sah. Kedua, penerapan prinsip etika perusahaan yang konsisten dalam setiap kegiatan operasional.
Baca Juga
"Di era digital saat ini, keamanan siber sangat krusial dalam operasional perusahaan. Oleh karena itu, KPI memperkuat kapasitasnya dalam memastikan keamanan sibernya termasuk mewajibkan pekerja melaksanakan berbagai kebijakan terkait penggunaan akun, kata sandi, maupun pelatihan," ujar Milla dalam keterangannya, Kamis (14/8/2025).
Langkah-langkah tersebut, lanjut Milla, mengacu pada praktik terbaik global dalam manajemen keamanan teknologi informasi.
Selain perlindungan digital, KPI juga memperkuat implementasi etika, transparansi, dan keberlanjutan. Perusahaan menegaskan komitmen pada GCG sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03 Tahun 2023 mengenai pedoman tata kelola dan kegiatan korporasi signifikan.
4 pilar
Dalam praktiknya, KPI mengacu pada dokumenm seperti code of corporate governance, code of conduct, serta pedoman pengendalian gratifikasi, konflik kepentingan, dan kewajiban pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara. Perusahaan juga mengadopsi prinsip-prinsip Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia (PUG-KI) 2021 dari Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), yang menekankan perilaku beretika, akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan.
"Empat pilar tersebut menjadi fondasi budaya tata kelola yang dijalankan KPI untuk memastikan setiap kegiatan korporasi mengedepankan kejujuran, tanggung jawab sosial, serta pengelolaan informasi yang dapat diakses oleh pemangku kepentingan," tutur Milla.
Baca Juga
Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat? Pertamina Punya Caranya
Penguatan tata kelola menjadi strategi KPI untuk menjaga kinerja optimal di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan. Perusahaan telah menerbitkan roadmap keberlanjutan, membentuk Komite Keberlanjutan, dan meluncurkan berbagai program ESG untuk memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekosistem hijau.
"KPI tidak hanya mengadopsi prinsip ESG, tetapi juga menjadikannya sebagai kompas dalam pengambilan keputusan dan pelaporan kinerja. Dengan ESG, KPI menunjukkan bahwa tata kelola, keberlanjutan, dan profitabilitas bisa berjalan beriringan," kata Milla.

