Aksi Hijau Erha Bareng Pelanggan, dari Botol Kosmetik ke Hutan Mangrove
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Erha, perusahaan di industri derma, beauty, & wellness bersama pelanggan yang tergabung dalam komunitas "Start to Change Heroes" melakukan penanaman 300 pohon mangrove di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Barat, Minggu (20/7/2025). Inisiatif ini menjadi bagian kampanye #plant4change, yang bertujuan menjaga ekosistem pesisir dan mencegah abrasi di kawasan pesisir Jakarta.
"Dalam upaya menjaga kelestarian mangrove, Erha Ultimate mengajak 40 pelanggan untuk menanam mangrove," kata Head of Sustainability & People Relations Arya Noble Group, induk usaha Erha Oemar Saputra di Jakarta, dalam keterangannya, Senin (21/6/2025)
Data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan bahwa dalam 20 tahun terakhir, kondisi mangrove secara global cukup memprihatinkan. Global Mangrove Alliance memperkirakan, lebih 60% mangrove di dunia telah hilang atau terdegradasi. Dengan demikian, hutan mangrove dunia menghilang 3-5 kali lebih cepat dibandingkan hilangnya hutan global.
Adapun Indonesia menjadi salah satu negara yang mempunyai hutan mangrove dengan luasan 20%-25% ekosistem mangrove di dunia. Menurut KLH, luasan lahan yang dimiliki Indonesia adalah sebesar 3,36 juta hektare yang terbentang dari Papua sampai dengan pulau Sumatra.
Oemar mengatakan bahwa kegiatan #plant4change ini merupakan kontribusi Erha Ultimate bersama pelanggan terhadap perbaikan lingkungan. "Kami membawa kampanye perbaikan lingkungan dengan start to change, yaitu program pengumpulan kembali kemasan plastik kosmetik bekas pakai dari pelanggan Erha untuk
dikelola agar tidak sampai pada tempat pembuangan sampah. "Hari ini sudah 2,6 juta botol kami kelola dan kami ingin merayakannya dengan melakukan penanaman mangrove," kata Oemar.
Dia mengatakan, Erha mengajak seluruh pelanggan untuk berkontribusi terhadap program start to change ini. Tujuannya, ingin mengubah perilaku pemakai kosmetik untuk mengembalikan kembali kemasan kosmetik plastik bekas pakai di rumah ke klinik Erha. Dengan demikian, kemasan kosmetik tidak sampai kepada tempat pembuangan sampah dan dapat dikelola untuk menjadi beberapa barang yang bermanfaat.
"Kami bersinergi dengan Taman Wisata Alam Angke Kapuk (TWAAK) untuk memastikan bahwa pohon mangrove yang kami tanam tetap tumbuh dan terjaga di habitatnya. Kami ingin agar pohon-pohon ini tumbuh besar dan membawa manfaat yang signifikan sesuai dengan fungsinya,” kata dia.
Baca Juga
Oemar mengatakan, sejak diluncurkan, program start to change telah mengelola 2,6 juta botol kosmetik bekas pakai, mengolah 40 ton limbah kosmetik, dan mengajak lebih 400.000 pelanggan untuk menjadi agen perubahan. Melalui pengelolaan botol kosmetik bekas pakai, Erha mengubah sampah menjadi hal lebih bernilai, mulai beasiswa pendidikan untuk 50 anak Indonesia, hingga produk merchandise eksklusif berbahan daur ulang.
Erha juga berinovasi memudahkan masyarakat dalam mengembalikan sampah kosmetiknya. Tidak hanya dapat ditukarkan di seluruh klinik, Erha juga memiliki cosmetic reverse vending machine (CRVM) pertama di Indonesia pada 2023. Mesin pengembali otomatis yang menggunakan kecerdasan artifisial pertama di Indonesia ini memudahkan pelanggan mengembalikan kemasan kosmetiknya. Mesin ini ada di 5 lokasi di Jabodetabek, yaitu, Aeon Mall BSD, Aeon Mall Jakarta Garden City, Supermall Karawaci, Senayan Park Mall dan Central Park Mall.
Oemar mengatakan, setiap tahunnya Erha bisa memproduksi jumlah botol kemasan kosmetik plastik yang cukup besar. Ada yang berbahan high-density polyethylene (HDPE), polietilena tereftalat (PET), hingga polypropylene (PP). Untuk mengumpulkan botol-botol itu, bukan jalan mudah.
"Kami bekerja sama dengan beberapa mitra, seperti Waste 4 Change, Plasticpay, Ecovisi Indonesia, PasteLab, dan Nara Kreatif untuk memastikan setiap kemasan kosmetik bekas pakai yang kembali ke klinik atau melalui CRVM tidak sampai kepada tempat pembuangan sampah. Ini bisa digunakan kembali sebagai barang yang bermanfaat untuk di klinik dan pelanggan," kata Oemar Saputra.
Baca Juga
Jaga Ekosistem Pesisir, Pertamina International Shipping Tanam 10.000 Pohon Mangrove
Manager Operasional Taman Wisata Alam Angke Kapuk Ratih Maduretno menambahkan, pihaknya berharap semakin banyak perusahaan melalui corporate social responsibility untuk menjadikan Taman Wisata Alam Angke Kapuk sebagai tujuan untuk melestarikan mangrove.
"Di sini ada 99,82 hektare lahan yang dapat ditanami mangrove. Namun, sampai hari ini baru 60% yang ditanami dan dijaga pertumbuhannya. Kami berharap dengan kolaborasi bersama Erha Ultimate dapat menambah persentase lahan yang sudah tertanam sehingga dapat menjaga ekosistem laut Jakarta," kata Ratih.

