Kendaraan Listrik VKTR Tekan 7.400 Ton Emisi Co2
JAKARTA, investortrust.id – Kendaraan listrik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) berhasil menekan sebanyak 7,4 juta ton emisi Co2 dari pengoperasian 64 bus listrik. Jumlah ini merupakan data per November 2024.
“Kami sudah membuktikan bahwa kami mampu dan sanggup dalam melakukan penjualan dan mengoperasikan. Sampai saat ini, ada 64 bus yang sudah beroperasi dari Vector,” ungkap Direktur VKTR Teknologi Mobilitas Achmad Amri Aswono Putro dalam paparan publik, baru-baru ini.
Baca Juga
Dari jumlah tersebut, 52 bus dioperasikan di Transjakarta, sisanya dioperasikan perusahaan-perusahaan swasta, baik di bandara maupun perusahaan kelapa sawit. Terbukti pula bahwa setiap harinya, bus Transjakarta listrik dari Vector menempuh jarak 210 kilometer, tanpa gangguan.
Selama 31 bulan, 52 bus Vector di Transjakarta telah beroperasi dengan jarak total sekitar 7,7 juta kilometer, yang diperkirakan telah menghemat CO2 hingga 7.400 ton atau 7,4 juta ton setara CO2.
“Kemudian untuk efisiensi bahan bakar, bisa kami hitung dalam total cost of ownership terbukti juga dari beberapa klien yang sudah memakai. Efisiensi bahan bakar bisa sampai 75%,” sambung Amri.
Dengan jumlah bus yang sudah dioperasikan Vector, setidaknya terkumpul penghematan bahan bakar fosil sekitar 2,8 juta liter. Sedangkan kinerja bus Vector yang dioperasikan TransJakarta, tercatat sudah mengangkut sekitar 10 juta penumpang.
Baca Juga
Progres Pembangunan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR di Magelang Capai 99,4%
“Breakdown yang kami catat dimonitor pihak Transjakarta, maupun pihak customer kami yang lain. Major breakdown itu zero, jadi kalaupun butuh maintenance atau perbaikan 1-2 yang tidak signifikan itu ya ada,” jelas Amri.
Manajemen VKTR Teknologi Mobilitas memastikan, dalam laporan perusahaan yang dilengkapi data teknis, tidak menunjukkan adanya major breakdown atau kerusakan besar sama sekali.
Direktur VKTR Valentinus Bimo Kurniatmoko menambahkan, hingga kuartal III-2024, perseroan juga berhasil mendapatkan sertifikat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) lebih dari 40%.
Hingga saat ini, VKTR masih menjadi satu-satunya perusahaan yang mengantongi sertifikat TKDN untuk kendaraan komersial berbasis listrik.
Baca Juga
Pendapatan Bersih VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) Tumbuh Rata-Rata 7,9% Setiap Kuartal
“Kami menilai, ini menjadi satu keunggulan kompetitif yang sangat penting. Tidak hanya bisa mendapatkan insentif dibandingkan mengimpor secara umum atau complete build up, tetapi juga berpeluang mendapatkan insentif pajak lainnya seperti pengurangan pajak PPN dari 11% menjadi 1%,” tegas Bimo.
Manajemen bahkan menyebut, perseroan berpeluang mendapatkan pengurangan pajak juga, bila pajak 12% mulai diterapkan pemerintah. Hal ini mampu membuat VKTR menjadi jauh lebih kompetitif.
Selain itu, adanya nilai TKDN yang tinggi turut menjadi komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk membangun industri dalam negeri. Sekaligus mengembangkan ekosistem industri dalam negeri, guna menunjang perkembangan industri otomotif kendaraan berbasis listrik ke depannya.

