Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty Ungkap Ada Banyak Kekhawatiran Terkait Krisis Iklim
JAKARTA, investortrust.id - Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyampaikan bahwa saat ini ada banyak kekhawatiran tentang krisis iklim.
Menurut Sandeep Chakravorty, hal tersebut seperti polusi yang disebabkan oleh plastik, sungai dan lautan yang sekarat yang telah menjadi tempat pembuangan segala jenis sampah, hingga punahnya satwa liar dan habitatnya.
"Perubahan iklim, keberlanjutan, dan pembangunan berkelanjutan telah menjadi kata kunci yang bergema di ruang kelas hingga di pertemuan puncak para pemimpin dunia. Yang mendasari kekhawatiran ini adalah pengakuan akan konflik yang mendalam dan meluas antara gaya hidup manusia modern dan Ibu Pertiwi," ujar Sandeep Chakravorty dalam acara Celebrating 155th Birth Anniversary of Mahatma Gandhi di Gandhi Memorial Intercontinental School (GMIS), Jakarta, Selasa (2/10/2024).
Sandeep Chakravorty menjelaskan, konflik ini adalah akar penyebab sebagian besar krisis, baik itu degradasi lingkungan, perubahan iklim atau pemanasan global, kekurangan air, kerawanan pangan, konflik, migrasi dan ketidakberdayaan.
"Atau kecemasan, depresi, bunuh diri, kecanduan, kekerasan senjata, hubungan yang rusak atau keputusasaan dan kebosanan umum yang meluas. Keterputusan kita sehari-hari dengan alam hampir sepenuhnya," ungkap Sandeep Chakravorty.
Lebih lanjut, Sandeep Chakravorty menyebut, di masa lalu, seseorang biasa minum dari sungai, aliran air, atau kolam atau memetik buah dari pohon. Menurutnya, pada waktu itu seseorang hanya menghasilkan dan mengonsumsi apa yang dibutuhkan untuk mempertahankan hidup.
Kemudian, sebagian besar penyakit juga diobati dengan obat-obatan yang bersumber dari tanaman herbal dan mineral serta melalui perubahan pola makan dan gaya hidup yang diperlukan, suatu pendekatan yang mengatasi penyebab mendasar dari penyakit.
Terkait hal itu, Sandeep Chakravorty pun mencontohkannya dengan tradisi Ayurveda dari India dan jamu dari Indonesia.
Kemudian, kata Sandeep Chakravorty, saat ini air disalurkan melalui pipa ke rumah-rumah. Sehingga, seseorang minum air tanpa menyadari asal-usulnya dan karena itu cenderung menyalahgunakannya, tanpa menyadari bahwa air semakin menipis dan sungai-sungai tercemar.
"Saat ini, banyak anak-anak percaya bahwa air dibuat di supermarket dalam botol. Saya mencoba menghubungi perusahaan air minum dalam botol yang membuat dan menjual botol plastik berisi air karena saya ingin melihat dan memahami daerah aliran sungai murni yang mereka iklankan. Meskipun telah beberapa kali mencoba, saya gagal menemukan satu orang pun yang dapat membimbing saya. Jadi satu-satunya hubungan saya dengan daerah aliran sungai murni adalah iklan-iklan yang indah atau botol plastik berisi air. Perusahaan yang menjual air dalam botol tidak membuat air. Mereka hanya membuat botol air atau mengemas air dalam botol," imbuh Sandeep Chakravorty.

