TransJakarta Tambah 200 Bus Listrik untuk Kurangi Polusi Udara
JAKARTA, investortrust.id - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menyatakan akan menambah armada bus listrik mereka sebanyak 200 unit di akhir tahun 2024 ini. Elektrifikasi transportasi umum ini merupakan bagian dari upaya mengurangi polusi udara, utamanya di Jakarta.
Direktur Operasional dan Keselamatan TransJakarta, Daud Joseph memaparkan, saat ini sudah ada 100 armada bus listrik yang dikelola TransJakarta. Dengan tambahan 200 unit, maka akan ada 300 bus listrik yang dioperasikan.
Baca Juga
Soal Transisi Bus Listrik di Perkotaan, Menhub: Harganya Dua Kali Lipat dari Bus Konvensional
“Pemprov DKI mendukung sepenuhnya untuk kami men-double-kan tambahan jumlah unit dari 100 menjadi 300 di akhir tahun ini. Dan kami telah menandatangani kontrak bus listrik tambahan 200 unit,” kata Daud Joseph di Kantor Kemenko Marves, Kamis (12/9/2024).
Joseph tidak memungkiri, jumlah tersebut masih kecil jika dibandingkan dengan total armada yang dikelola TransJakarta, yakni sebanyak 4.700 unit. Namun, Joseph menekankan penambahan armada bus listrik ini baru langkah awal. Apalagi, biaya operasional bus listrik ini ternyata lebih murah ketimbang bus solar.
“Yang mengembirakan adalah harga ini bahkan lebih rendah daripada harga operasional bus solar subsidi. Artinya, bukan hanya di fase dua ini, bukan hanya kita berhasil mengganti bus yang berpolusi menjadi bus bebas polusi, tetapi generasi kedua implementasi bus listrik ini juga lebih murah operasionalnya dibandingkan dengan bus solar, even ketika menggunakan solar subsidi,” terang dia.
Sebagai informasi, saat ini armada konvensional bus TransJakarta masih menggunakan solar subsidi seharga Rp 6.800 per liter. Meski begitu, TransJakarta berencana ke depannya untuk mengganti armada mereka dengan bus listrik.
Baca Juga
Menhub Ungkap Pembahasan Pengadaan Bus Listrik di IKN Difinalkan 1-2 Minggu Lagi
Secara keseluruhan, tahun ini ada 500 armada baru bus TransJakarta, yang terdiri dari bus besar, medium, kecil, hingga mikro. Joseph mengatakan khusus untuk bus besar pihaknya tidak akan lagi mengontrak bus solar dan hanya melakukan pengadaan bus listrik, yang dimulai dengan 200 unit bus tersebut.
“Dari 200 tambahan bus listrik tahun ini semuanya high deck dan akan digunakan untuk di dalam koridor TransJakarta,” ujar Joseph.

