Berusia Lebih dari 1 Abad, PLTA Bengkok di Bandung Listriki 3.000 Rumah
BANDUNG, investortrust.id - Pemerintah Indonesia sedang mendorong pengembangan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) demi mewujudkan target net zero emission (NZE) 2060. Menariknya, ternyata di Bandung, Jawa Barat, terdapat sebuah pembangkit EBT yang sudah berusia lebih dari 1 abad alias 100 tahun.
Itu adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok yang terletak di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. PLTA ini diketahui dibangun sejak zaman kolonial Belanda, tepatnya di tahun 1923.
Senior Manager Unit Bisnis Pembangkitan Saguling PLN Indonesia Power, Doni Bakar menyebutkan, PLTA Bengkok ini memiliki kapasitas 3x1,05 megawatt (MW), yakni total 3,15 MW.
Baca Juga
Kayan Hydro Energy Bangun Kemitraan Setara di PLTA Kayan Cascade
"Kami menggunakan pembangkit listrik tenaga air. Airnya diperoleh dari Sungai Cikapundung, di mana kita bendung di atas sana, di kawasan Taman Hutan Raya, sekitar 4 kilometer dari sini. Kemudian airnya kita alirkan melalui terowongan. Dan terakhir, kita kumpulkan di sini (lokasi pembangkit)," kata Doni saat ditemui di PLTA Bengkok, Bandung, Selasa (3/9/2024).
Lebih lanjut Doni menjelaskan, dengan suplai air tersebut, PLN IP menggunakan air sekitar 1 meter kubik per detik untuk menghasilkan beban sekitar 1 MW.
"Listriknya dialirkan ke kawasan sekitar ini, Bandung. Dari generator itu hanya 6 kV. Kemudian dinaikin melalui trafo, menjadi 20 kV. Dan nanti dari 20 kV, dialirkan ke PLN, langsung masuk ke masyarakat," terang dia.
Disampaikan oleh Doni, dengan total kapasitas 3,15 MW, itu bisa menyuplai listrik sekitar 3.000 kW. Dengan asumsi setiap rumah membutuhkan 1 kW, maka pembangkit ini bisa melistriki 3.000 rumah.
Baca Juga
Bangun PLTA Tomoni, Arkora Hydro (ARKO) Kantongi Pembiayaan Rp 223 Miliar dari SMI
Kendati demikian, untuk saat ini PLTA Bengkok belum melayani industri, alias hanya untuk rumah tangga saja. Menurut Doni, dengan kapasitas 3 MW tersebut cocoknya lebih untuk penggunaan listrik rumah tangga.
"Melayani sekitar Bandung sini saja. Karena kalau PLN itu, banyak yang melayani pelanggan, ada yang menggunakan interkoneksi, jaringan 500 kV, Jawa-Bali. Kemudian di bawahnya ada 150 kV. Kemudian di bawahnya ada lagi, ada yang ke-70 kV atau ke-20 kV. Dan di sini, kami di PLTA Bengkok ini, langsung masuk ke-20 kV," paparnya.

