Sudah Diresmikan Prabowo, PLTGU Muara Tawar dan Tambak Lorok Siap Listriki Jawa-Bali
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan 37 proyek proyek strategis ketenagalistrikan nasional milik PT PLN, yang terdiri dari 26 pembangkit listrik serta 11 transmisi dan gardu induk, dengan total kapasitas 3,2 gigawatt (GW) pada Senin (20/1/2025).
Dari 37 proyek tersebut, dua di antaranya merupakan garapan PT Hutama Karya (Persero), yaitu pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Muara Tawar berkapasitas 650 megawatt (MW) di Bekasi, Jawa Barat dan PLTGU Tambak Lorok berkapasitas 779 MW Blok 3 di Semarang, Jawa Tengah. Kedua PLTGU tersebut juga siap melistriki wilayah Jawa-Bali.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim menyebutkan, selesainya PLTGU Muara Tawar merupakan komitmen Hutama Karya bersama Kementerian BUMN dalam mendukung swasembada energi. Kedua PLTGU tersebut juga siap melistriki wilayah Jawa-Bali.
Baca Juga
Punya Kapasitas 1.760 MW, PLTGU Milik Pertamina Ini Masih Akan Ekspansi
“Berkapasitas 650 MW, kehadiran PLTGU Muara Tawar memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan dan menjadi salah satu pemasok utama listrik hingga 425.000 rumah wilayah Jawa Barat yang permintaan energinya terus meningkat,” ujar Adjib, Rabu (22/1/2025).
Selain itu, PLTGU Muara Tawar ini diharapkan mendukung kebutuhan beban puncak di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) yang mencapai lebih dari 200 billion british thermal unit per day (BBTUD).
Sementara itu, PLTGU Tambak Lorok Blok 3 berkapasitas sebesar 779 MW untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik di area Jawa dan Bali. PLTGU ini menjadi pembangkit listrik pertama di Asia Pasifik yang mengadopsi teknologi turbin gas HA (high-efficiency air-cooled).
Baca Juga
PLTGU-1 Power Punya Kapasitas Listrik Terbesar se-ASEAN, Lokasinya di Pusat Beban Jawa-Bali
Teknologi tersebut memungkinkan efisiensi energi yang optimal melalui kombinasi pembangkit tenaga gas dan uap yang telah memenuhi standar manajemen kualitas lingkungan internasional.
“Kami berkomitmen untuk bekerja keras membangun proyek-proyek dengan kualitas dan standar keselamatan yang tinggi, demi kontribusi nyata bagi pengembangan infrastruktur Indonesia,” ucap Adjib.

