Dibandingkan Negara Ini, OJK Ungkap Bursa Karbon Indonesia Bertumbuh
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan perdagangan bursa karbon Indonesia melalui IDXCarbon menunjukkan perdagangan terus meningkat. Bahkan, perkembangan IDXCarbon lebih baik, dibandingkan bursa karbon negara lain.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, penggunaan jasa karbon yang terdaftar di bursa karbon sudah 68 entitas institusi. Selain itu, perdagangan karbon menunjukkan perkembangan menggembirakan, jika dibandingkan bursa karbon negara lainnya, seperti Malaysia maupun Jepang.
Baca Juga
"Negara-negara tersebut memerlukan waktu dan nilainya juga masih kecil dan perlu upaya untuk meningkatkan perdagangan karbon. Tanpa bantuan dan dukungan pemangku terkait seperti kementrian, lembaga, dan pemerintah serta rekan-rekan media dalam mengedukasi mengenai perkembangan dan kebijakan terbaru menjadi sangat penting," ujar dalam Webinar Perdagangan dan Bursa Karbon Indonesia secara daring, Selasa (23/7/2024).
Hingga kini, IDXCarbon telah mencatatkan transaksi sebanyak 609 ribu ton CO2e atau setara dengan nilai transaksi lebih dari Rp 36,8 miliar hingga semester I-2024.
Baca Juga
Dia menambahkan, terdapat 3 proyek telah didaftarkan yaitu pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) Lahendong unit 5 dan unit 6 milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO). "Kemudian milik PLN, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap Muara Karang dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Gunung Wugul," ujar Inarno.
Dia juga menekankan, bursa karbon memberi nilai ekonomi perdagangan karbon dan penting untuk mencapai emisi sebagai Indonesia unit karbon dan mengoptimalkan potensii Indonesia sebagai produsen unit karbon.

