Jelaskan Posisi Hadapi EUDR, Menteri LHK: 7 Komoditas Terancam
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menjelaskan posisi Indonesia belum bisa menerima aturan The European Union on Deforestation-free Regulation (EUDR). Pasalnya, ada tujuh komoditas Indonesia yang akan terdampak dari penerapan EUDR ini.
“Komoditas yang terpengaruh untuk Indonesia yaitu kayu, karet, minyak sawit, kedelai, cokelat, peternakan sapi, kopi dan turunannya,” kata Siti saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR, di Jakarta, Rabu (12/6/2024).
Siti mengatakan EUDR mempersoalkan komoditas yang ditanam di dalam hutan. Untuk itu, Kementerian LHK meyakinkan Uni Eropa mengenai usaha pertanian di hutan bukan merupakan tindakan ilegal.
“Jadi kopi dan cokelat, rata-rata agroforestry-nya dengan masyarakat. Ini yang coba kita yakinkan, karet kan juga nanamnya di hutan dalam bentuk agroforestry,” ujar dia.
Baca Juga
AS Ikut Suarakan Penundaan Kebijakan EUDR yang Berpotensi Rugikan Sawit Indonesia
Sementara itu untuk perkebunan sawit, Siti mengatakan sejak 2018 hingga sekarang terus akan diselesaikan titik temunya. Menurutnya, EUDR seharusnya tidak mempersoalkan trace ablity dari tujuh komoditas tersebut.
“Oleh karena itu, yang kami lakukan yaitu meyakinkan kepada luar bahwa pengendalian deforestasi Indonesia sudah sangat membaik. Kalau dalam 10 tahun terakhir, kira-kira (deforestasi) dari kira-kira 800 ribu sampai 1 juta ha sekarang tinggal 104 hingga 120 ribu ha saja dan itu masih terus kita perbaiki,” kata dia.
Menurut Siti, Uni Eropa menggunakan data deforestasi tahun 2020. Padahal, jika dalam aturan dan budaya Indonesia, perkebunan yang dikerjakan di dalam hutan tersebut merupakan sistem.
Baca Juga
Pelacakan Jadi Kunci Pemerintah Perkuat Posisi Sawit Hadapi EUDR
“Yang sudah zaman dulunya bekerja seperti itu dan tidak menyebabkan deforestasi. Ini yang terus kita yakinkan,” ucap dia.
Mengutip penelitian Matthew Hansen dari Maryland University, angka deforestasi mengalami penurunan dari rata-ratanya. “Dan ini mudah-mudahan dapat memberikan keyakinan (ke Uni Eropa)” ujar dia.

