Bank DBS Indonesia Kucurkan Kredit Berkelanjutan untuk Indorama (INDR) US$ 10 Juta
JAKARTA, investortrust.id - Bank DBS Indonesia memberikan fasilitas kredit sebesar US$ 10 juta kepada PT Indo-Rama Synthetics Tbk atau Indorama (INDR) untuk mendorong upaya Perusahaan tersebut dalam agenda berkelanjutan.
Managing Director, Head of Group Strategy, Transformation, Analytics & Research di DBS Indonesia, Bimo Notowidigdo mengatakan, strategi berkelanjutan menjadi salah satu fokus Bank DBS.
“Bank DBS Indonesia sangat antusias untuk mendukung rencana dekarbonisasi perusahaan Indonesia dari berbagai industri,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jumat (5/42024).
Baca Juga
Hal ini seiring dengan komitmen pihaknya dalam mendukung pemerintah Indonesia untuk mencapai target net zero emission pada 2060 mendatang. “Kami sangat senang dapat mendukung Indorama dalam perjalanan dekarbonisasinya, seperti transisi dari pembangkit listrik tenaga batu bara captive,” kata Bimo.
Fasilitas kredit senilai US$ 10 juta tersebut akan digunakan untuk membiayai pengembangan infrastruktur yang menghubungkan komplek pabrik Indorama yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat dengan jaringan listrik nasional.
“Untuk bertransisi dari pembangkit listrik tenaga batu bara captive. Proyek ini juga akan membantu meningkatkan efisiensi energi di kompleks pabrik dan berkontribusi terhadap pengurangan jejak karbon dari Indorama,” jelas Bimo.
Setelah itu, Indorama akan memantau jadwal proyek sekaligus mengukur dan wajib untuk melaporkan emisi gas rumah kaca (GRK) setiap tahunnya ke Bank DBS Indonesia.
Baca Juga
Ini Imbauan Taktis DBS Group Research untuk Cari Cuan di 2024
Sementara itu, Managing Director dan Group Chief Financial Officer Indorama V.S. Baldwa mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Proyek ini merupakan langkah penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang sehalan dengan sustainability improvement plans Indorama.
“Pembiayaan ini semakin memperkuat hubungan jangka panjang kami dengan Bank DBS Indonesia dalam mendukung komitmen agenda keberlanjutan mereka,” ungkap Baldwa.
Sebagai informasi, Indorama merupakan sebuah perusahaan terbuka yang bergerak di bidang produksi benang pintal dan poliester yang terintegrasi dan merupakan anak perusahaan dari Indorama Corporation Pte. Ltd, Singapura.

