Kadin dan Iwapi Luncurkan Program Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Payudara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menyoroti kaitan erat antara kesehatan perempuan dengan ketahanan ekonomi nasional. Ia menyebut bahwa dari 64 juta unit usaha di Indonesia, 98 persennya adalah UMKM, dan 50 persen di antaranya dikelola oleh perempuan.
Hal itu ia sampaikan pada peluncuran program Breast Cancer Screening for 7000 Women in Indonesia yang diinisiasi oleh Kadin dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi).
"Kalau satu pengusaha perempuan jatuh sakit, yang berhenti bukan hanya orangnya, tapi juga usahanya, penghasilan tenaga kerjanya, hingga masa depan keluarganya. Itulah mengapa kesehatan adalah investasi," terang Anindya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Anindya juga memperkenalkan konsep 'Health is the New Wealth' yang kini terus dipromosikan Kadin ke level internasional. Ia menilai sektor kesehatan Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar sekaligus menjadi pilar penting bagi kemajuan bangsa.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendukung penuh insiasi yang dilakukan oleh Kadin dan Iwapi terkait peogram pemeriksaan deteksi dini kanker payudara.
Ia mengungkapkan urgensi deteksi dini mengingat kanker payudara adalah pembunuh nomor satu wanita di Indonesia dengan angka kematian mencapai 40.000 jiwa per tahun.
Baca Juga
Kadin Sampaikan 4 Sikap soal Kebijakan Hilirisasi Energi dan Minerba
“Strateginya sederhana, temukan dini, rawat dini. Di negara maju, tingkat fatalitas kanker payudara sudah di bawah 20 persen karena deteksi dini yang baik, sementara kita masih di angka 35 persen,” jelas Menkes Budi.
Ia menambahkan pemerintah telah menyiapkan infrastruktur screening secara masif. Saat ini, sebanyak 5.000 Puskesmas di seluruh Indonesia telah dilengkapi dengan alat USG untuk pemeriksaan payudara secara gratis bagi masyarakat.
Targetkan 7.000 Pemeriksaan Gratis
Sementara itu, Ketua Umum DPP Iwapi, Nita Yudi, menyatakan komitmennya untuk membawa gerakan ‘Selangkah: Semangat Lawan Kanker’ ke 38 provinsi di Indonesia. Bekerja sama dengan Siloam Hospitals Group, program ini menargetkan pemeriksaan screening gratis bagi 7.000 perempuan.
Nita mengakui tantangan terbesar saat ini adalah stigma dan ketakutan anggota masyarakat untuk memeriksakan diri.
“Banyak yang bilang 'Aduh nanti kalau ada (kanker) gimana?'. Akhirnya tidak jadi periksa. Kita ingin mengubah pola pikir itu. Pemeriksaan kesehatan harus menjadi bagian dari gaya hidup," kata Nita.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian pemeriksaan dalam program ini tidak dipungut biaya. IWAPI, yang memiliki lebih dari 40.000 anggota pengusaha perempuan, menyatakan kesiapannya untuk menjadi duta kesehatan di wilayah masing-masing.
"Perempuan yang sehat akan membuat ekonomi kuat. Kami siap berkolaborasi lebih jauh dengan Kemenkes dan Kadin untuk memastikan pengusaha perempuan Indonesia tetap produktif," pungkasnya.

