Jababeka Tanam 35.000 Bibit Mangrove, Gandeng 27 Perusahaan Tenant
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Jababeka Tbk (KIJA) menggelar program tahunan Jababeka Ecoweek 2026 dengan menanam 35.000 bibit mangrove di Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penanaman tersebut menggenapkan total 100.000 pohon mangrove yang sudah ditanam secara kumulatif sejak program ini dimulai pada 2018.
Sebagai pengembang kota mandiri, Jababeka tak hanya berfokus pada kawasan industri tapi juga masa depan industri Indonesia, dan terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kawasan dengan ekosistem terintegrasi. Di mana tempat perusahaan, talenta, dan komunitas tumbuh lebih cepat, beroperasi lebih efisien, serta bertransformasi menuju masa depan yang lebih hijau dan cerdas.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting perjalanan Jababeka Ecoweek yang sejak 2018 secara konsisten mempertemukan pengelola kawasan, tenant industri, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya bersama menjaga serta memulihkan ekosistem pesisir.
Baca Juga
Jababeka (KIJA) Perkuat Posisi Kota Wisata Industri Lewat Sakura Matsuri 2026
Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi mengatakan, pencapaian ini sejalan dengan tema yang diusung tahun ini, yakni "Resilient Coasts, Sustainable Impact". Di mana merefleksikan semangat membangun ketahanan (resilience) kawasan pesisir terhadap ancaman abrasi dan perubahan iklim, sekaligus mendorong agar setiap upaya pelestarian lingkungan bisa memberikan dampak yang berkelanjutan (sustainable impact).
“Penanaman 35.000 bibit mangrove di Muara Gembong ini turut tercatat dalam pendataan pemerintah sebagai bagian dari kontribusi terhadap target nasional penanaman 2 miliar pohon yang terus didorong percepatannya oleh KLH/BPLH di berbagai wilayah pesisir Indonesia,” ucap Purbadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2026).
Lebih lanjut, Purbadi menjelaskan bahwa capaian tahun ini merupakan hasil dari proses yang berjalan bertahap. "Setiap tahun, kami terus menambah jumlah bibit yang ditanam di kawasan ini. Tahun ini, semangat itu kami lanjutkan dengan menambah 35.000 bibit baru, sehingga total penanaman kumulatif sejak 2018 kini mencapai 100.000 pohon. Angka ini bukan sekadar statistik, namun bukti nyata bahwa kolaborasi antara pengelola kawasan, tenant industri, dan masyarakat pesisir mampu menghasilkan dampak jangka panjang bagi lingkungan," imbuhnya.
Sebagai bagian dari rangkaian Jababeka Ecoweek 2026, Jababeka juga meresmikan kawasan wisata mangrove di lokasi yang sama. Kehadiran kawasan wisata ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan wisata berbasis alam. Dengan demikian, pencapaian 100.000 pohon mangrove tak hanya memperkuat upaya pelestarian lingkungan, namun juga mulai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.
