Jaga Ekosistem Pesisir, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) Kembali Tanam 2.000 Bibit Pohon Mangrove
JAKARTA, Investortrust.id - PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga lingkungan melalui program penanaman mangrove berkelanjutan di Pantai Bahagia, Muaragembong, Kabupaten Bekasi.
Program yang dimulai sejak 2021 ini telah berhasil menanam sekitar 4.000 bibit mangrove dengan bantuan sukarelawan karyawan GRP, dan pada tahun ini kembali menanam 2.000 bibit baru di kawasan tersebut.
Mangrove memiliki peran krusial bagi lingkungan pesisir, terutama di Indonesia, yang dikenal sebagai negara dengan hutan mangrove terluas di dunia, mencakup lebih dari 3,36 juta hektar. Hutan mangrove mampu mengurangi dampak gelombang laut, melindungi pantai dari abrasi, serta menyaring polutan yang masuk ke laut. Selain itu, mangrove juga menjadi habitat bagi beragam keanekaragaman hayati dan sumber pangan penting bagi masyarakat pesisir.
Namun, kawasan Pantai Bahagia mengalami kerusakan ekosistem akibat alih fungsi lahan menjadi tambak, pemukiman, dan sawah. Hal ini menyebabkan abrasi yang cukup parah, dilaporkan mencapai 10-20 meter per tahun, serta hilangnya fungsi alami mangrove sebagai habitat bagi hewan pesisir.
Baca Juga
“Kami sangat bangga dapat melanjutkan upaya pelestarian mangrove di Pantai Bahagia sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung target National Determined Contribution (NDC) Indonesia. Program ini tidak hanya melibatkan karyawan sebagai sukarelawan tetapi juga membawa dampak positif terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujar Sheren Omega, General Manager Corporate Planning and Sustainability GRP dalam pernyataan tertulis yang diterima Selasa (19/11/2024).
Penanaman tahun ini dilakukan bersama LSM Ahli Salam Semesta, yang berperan penting dalam proses penanaman dan pemeliharaan mangrove di Pantai Bahagia. Selain itu, GRP menggandeng UMKM setempat, Kebaya, untuk mengembangkan produk berbasis mangrove dengan inovasi pemasaran yang didukung oleh edukasi dan donasi peralatan produksi seperti blender, copper, dan vacuum sealer.
Untuk memperkuat dampak positif kegiatan ini, GRP juga mengadakan edukasi lingkungan bagi masyarakat lokal mengenai pentingnya mangrove dan manfaat ekologi serta gizi yang terkandung dalam produk berbasis mangrove. Bersama dengan para karyawan, GRP juga mengadakan aksi bersih pantai guna menjaga kebersihan lingkungan di area tersebut.
Baca Juga
Gunung Raja Paksi (GGRP) Cetak Lompatan Laba Atribusi 594%, Ternyata Dipicu Faktor Ini
Inisiatif ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yakni SDG No. 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG No. 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG No. 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan pilar strategi ESG GRP dalam hal pengelolaan lingkungan secara bertanggung jawab. “Kami percaya pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga sektor industri dan masyarakat luas. Melalui langkah nyata seperti penanaman mangrove ini, kami berharap memberi kontribusi jangka panjang bagi ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Sheren.
PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) adalah anggota dari Gunung Steel Group, salah satu perusahaan baja swasta besar di Indonesia. Didirikan pada tahun 1970 di Medan, Sumatera Utara, perusahaan memulai bisnis dengan memproduksi baja panas, secara bertahap memproduksi balok dan lembaran baja. Pada tahun 1991, PT Gunung Naga Mas berubah menjadi PT Gunung Raja Paksi (GRP). GRP berlokasi di Cikarang Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, dengan luas area lebih dari 200 hektare.

