XLSMART Kelola 2,19 Ton Sampah SMARTFREN Run 2026, Seluruhnya Dialihkan dari TPA
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melalui brand SMARTFREN berhasil mengelola lebih dari 2,19 ton sampah yang dihasilkan selama penyelenggaraan SMARTFREN Run 2026 tanpa mengirimkan satu pun ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Penerapan konsep Zero Waste to Landfill tersebut juga berhasil mencegah emisi gas rumah kaca hampir 4 ton karbon dioksida ekuivalen (CO₂e).
SMARTFREN Run 2026 yang digelar di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 5 Juli 2026 dan diikuti sekitar 7.500 peserta, menerapkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan sejak tahap persiapan hingga pengolahan akhir. Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Waste4Change sebagai bagian dari implementasi komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) XLSMART.
Director & Chief Regulatory Officer XLSMART Merza Fachys mengatakan, keberhasilan pengelolaan sampah tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga berskala besar dapat dilakukan secara lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
"Keberhasilan mengelola lebih dari dua ton sampah tanpa satu pun berakhir di TPA menunjukkan bahwa event berskala besar dapat diselenggarakan secara lebih bertanggung jawab apabila prinsip keberlanjutan diterapkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan," ujar Merza dalam keterangan resmi dikutip Rabu (29/7/2026).
Baca Juga
Integrasi Jaringan Capai 70%, Pendapatan XLSmart Telecom Sejahtera Capai Rp42,49 Triliun
Menurut dia, SMARTFREN Run tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sekaligus peduli terhadap lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, panitia menyediakan fasilitas pemilahan sampah di berbagai titik area acara. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Material Recovery Facility (MRF) untuk dipilah dan diproses sesuai jenis materialnya.
Material yang masih memiliki nilai ekonomi disalurkan kepada mitra daur ulang, sementara sampah organik diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF). Adapun sampah residu diproses menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif.
Dari total 2.190,1 kilogram sampah yang terkumpul, sekitar 1,19 ton atau 54,2% didaur ulang. Sebanyak 370 kilogram atau 16,9% diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan melalui budidaya BSF, sedangkan 634 kilogram atau 29% diproses menjadi RDF. Dengan demikian, seluruh sampah yang dihasilkan selama penyelenggaraan SMARTFREN Run 2026 berhasil dialihkan dari TPA.
Baca Juga
XL Axiata (EXCL) dan Smarftren (FREN) akan Dilebur Jadi XLSmart Telecom Sejahtera
Pendekatan tersebut juga menghasilkan dampak lingkungan yang terukur dengan mencegah emisi gas rumah kaca sebesar 3.996 kilogram CO₂e.
Selain pengolahan pascaacara, edukasi mengenai pemilahan sampah dilakukan selama kegiatan berlangsung. Petugas ditempatkan di sejumlah titik untuk membantu peserta, kru, tenant, dan mitra memilah sampah sesuai kategorinya sehingga proses pemilahan telah dimulai sejak dari sumber.
Marketing Communication & Partnership Manager Waste4Change Pandu Priyambodo mengatakan pengelolaan sampah pada event berskala besar membutuhkan sistem yang dirancang sejak awal.
"Kolaborasi bersama SMARTFREN menunjukkan bahwa pemilahan dan pengolahan yang terintegrasi dapat mengalihkan seluruh sampah dari TPA serta menghasilkan dampak lingkungan yang terukur," kata Pandu.
Penerapan konsep Zero Waste to Landfill pada SMARTFREN Run 2026 merupakan bagian dari strategi keberlanjutan XLSMART yang diintegrasikan ke dalam aktivitas operasional perusahaan. Melalui inisiatif tersebut, perusahaan berharap praktik penyelenggaraan acara yang ramah lingkungan dapat diadopsi lebih luas dan mendukung penerapan ekonomi sirkular di Indonesia.
