Mengubah Sisa Menjadi Makna Lewat Kang Iling Pertamina
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan meninjau implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kang Iling di Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (1/7/2026). Program pemberdayaan masyarakat pesisir tersebut mengubah limbah duri ikan bandeng dan minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus menciptakan peluang usaha dan mengurangi pencemaran lingkungan.
Program Kang Iling atau Kalanganyar Circular Living Initiative merupakan inovasi ekonomi sirkular yang mengintegrasikan pengelolaan limbah perikanan dan rumah tangga menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah. Melalui pendekatan tersebut, Pertamina mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Baca Juga
Pertamina NRE Gandeng PTBA Bangun PLTS, Dukung Target 100 GW Nasional
PT Pertamina (Persero), menjalankan program tersebut melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda. Program itu berhasil membangun ekosistem pemberdayaan yang melibatkan perempuan mantan buruh tambak, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kelompok masyarakat lainnya.
Berdasarkan capaian program, sebanyak 550 kepala keluarga telah bergabung dalam sistem pemberdayaan tersebut. Dari jumlah itu, terdapat 79 anggota aktif, termasuk 42 perempuan mantan buruh tambak, serta puluhan pelaku UMKM, kader Posyandu, dan kelompok rentan yang memperoleh manfaat ekonomi maupun sosial.
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, program tersebut juga menghasilkan bio-band, produk yang berfungsi memurnikan minyak jelantah agar dapat dimanfaatkan kembali secara lebih aman. Inovasi itu menjadi salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah.
KANG ILING juga mencatatkan omzet mencapai ratusan juta rupiah dalam satu tahun. Program tersebut turut mendukung pengelolaan limbah secara berkelanjutan, memanfaatkan air bersih dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal, hingga meningkatkan gizi anak melalui pemanfaatan limbah sisik ikan.
Dalam kunjungan tersebut, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengapresiasi komitmen masyarakat dan seluruh pihak yang berperan dalam menjalankan program pemberdayaan tersebut. "Program seperti ini menunjukkan bahwa CSR Pertamina tidak hanya berorientasi pada bantuan semata, tetapi mampu membangun kemandirian masyarakat melalui inovasi, pemberdayaan ekonomi, serta pelestarian lingkungan," ujar Iriawan dikutip Minggu (5/7/2026).
Ia menegaskan keberlanjutan program menjadi faktor penting agar manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Sementara itu, local hero UMKM Kucari, Solikha, mengatakan kondisi kampungnya berubah signifikan sejak program CSR Pertamina mulai dijalankan.
Baca Juga
"Pertama kali di sini kampung ini kumuh. Sebelum ada Pertamina, limbah semuanya biasanya dibuang di selokan. Akhirnya kami dibuatkan tempat seperti ini, yaitu Anaerobic Biofilter. Semuanya itu nggak abal-abal. Dari Pertamina, kampung kami jadi semakin dikenal. Ada edukasi, wisata, bahkan anak-anak akademi sering datang ke sini untuk belajar," ujar Solikha.
Keberhasilan Kang Iling menjadi salah satu bukti implementasi program CSR Pertamina yang tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan.
