Stok BBM dan LPG Aman, Bahlil: Fase Kritis Sudah Lewat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah memastikan kondisi ketahanan energi nasional dalam posisi aman setelah berhasil melewati fase kritis akibat dinamika global dalam beberapa waktu terakhir. Adapun ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat negara-negara dunia mengalami krisis energi.
Baca Juga
Prabowo Bakal Tutup 13 PLTD, Bakal Hemat 200.000 Barel BBM per Hari
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa stok energi nasional, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG, saat ini berada di atas batas aman.
“Stok nasional tetap berada pada batasan minimal di atas 20 hari semua. Termasuk LPG kita di atas 10 hari. Jadi sebenarnya saya ingin menyampaikan bahwa masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewati,” ujar Bahlil di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Kendati demikian, dia tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak guna menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan pasokan di dalam negeri. “Saya meminta kepada seluruh masyarakat, kita harus bijak, arif dalam memakai BBM, termasuk LPG,” kata mantan Menteri Investasi tersebut.
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat cadangan penyangga energi nasional guna meningkatkan ketahanan dalam menghadapi potensi gejolak di masa depan.
Baca Juga
Seberapa Kuat Menahan Harga BBM di Tengah Tantangan Global? Ini Hitungannya
Saat ini, cadangan penyangga energi berada di kisaran 21 hingga 25 hari, dan akan terus ditingkatkan dengan tambahan pasokan dari wilayah Karimun. “Sekarang ada penambahan lagi 7 hari dari Karimun. Ini yang sedang kita komunikasikan sehingga bisa kita mencapai 1 bulan (ketahanannya),” jelas dia.
Pemerintah juga tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat infrastruktur energi nasional, termasuk pembangunan fasilitas penyangga baru yang ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat. “Bulan Mei insyaallah kita sudah mulai melakukan pembangunan,” ujar Bahlil.

