Prabowo Bakal Tutup 13 PLTD, Bakal Hemat 200.000 Barel BBM per Hari
MAGELANG, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan telah memutuskan untuk menutup 13 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebagai bagian dari transisi energi baru terbarukan. Rencana itu sejalan dengan pembangunan 100 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang ditargetkan rampung dalam 2 tahun.
Hal itu ditegaskan Prabowo dalam sambutannya saat peresmian pabrik perakitan kendaraan komersil berbasis listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Kamis (9/4/2026).
“Saya sudah putuskan akan kita jalankan program listrifikasi 100 GW yang kita harapkan bisa dicapai dalam dua tahun. Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, solar. Dengan itu kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah, yang di PLN akan kita tutup,” tegas Prabowo.
Baca Juga
Prabowo: Peresmian Pabrik Kendaraan Listrik VKTR Jadi Tonggak Industrialisasi Nasional
Prabowo meyakini penutupan belasan PLTD ini akan menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Dikatakan, penutupan PLTD akan menghemat 200.000 barel solar per hari atau 20% dari total kebutuhan impor BBM nasional yang mencapai 1 juta barel per hari.
"Dari menutup itu kita akan menghemat 200.000 barel sehari. Kita masih perlu impor sekarang ini 1 juta barel sehari. Dengan kita tutup PLTD kita menghemat langsung 20%," katanya.
Bahkan, Prabowo meyakini, program 100 GW PLTS akan membuat Indonesia menghentikan impor BBM dalam dua tahun mendatang.
"Dengan nanti 100 gigawatt kita juga akan menghemat sangat, sangat besar mungkin kita 2-3 tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali,” ujarnya.
Baca Juga
Dengan langkah itu, Prabowo optimistis, Indonesia akan mencapai kemandirian di bidang energi. Ditegaskan, Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya energi.
"Kita akan mandiri. Kita akan kuat. Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri. Jadi untuk anak-anak muda, masa depan kita cerah," tegasnya.

