Garap Pasar Eurasia, Kadin Indonesia Bidik Kerja Sama Logistik dan Energi Nuklir
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Implementasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) tidak hanya berfokus pada penurunan tarif, tetapi juga menyentuh aspek strategis seperti ketahanan energi dan efisiensi logistik. Kadin Indonesia menekankan pentingnya pembenahan rantai pasok global untuk mendukung kesepakatan tersebut.
Dalam workshop yang digelar di Jakarta, Jumat (10/4/2026), Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Perjanjian Luar Negeri Kadin Indonesia, Pahala Mansury, menekankan tanpa dukungan logistik yang kuat, penurunan tarif perdagangan tidak akan memberikan dampak maksimal bagi pelaku usaha nasional.
"Selain masalah pembayaran, tantangan besar lainnya adalah infrastruktur supply chain*. Kita perlu memastikan ketersediaan *shipping* (pelayaran), storage (pergudangan), hingga sistem logistik yang terintegrasi untuk menjangkau wilayah Eurasia yang secara geografis cukup jauh," ujar Pahala.
Workshop ini menjadi wadah bagi para pengusaha untuk mengidentifikasi simpul-simpul kemacetan dalam distribusi barang.
Kadin mendorong adanya kerja sama teknis dalam pembangunan fasilitas penyimpanan di titik-titik strategis agar produk segar Indonesia, seperti hasil pertanian, tetap terjaga kualitasnya hingga ke tangan konsumen.
Baca Juga
Kadin Targetkan Perdagangan RI-Eurasia Naik Dua Kali Lipat dalam Tiga Tahun
Menariknya, pembicaraan ini juga mulai merambah ke sektor teknologi tinggi, yakni energi nuklir. Pahala mengungkapkan bahwa negara-negara anggota EAEU, khususnya Rusia, memiliki keunggulan kompetitif dalam teknologi nuklir yang bisa dikolaborasikan dengan visi energi Indonesia di masa depan.
"Telah dicanangkan bahwa pada tahun 2030 Indonesia diharapkan sudah memiliki teknologi untuk pengembangan energi berbasis nuklir. Ini adalah salah satu hal krusial yang mulai kita bicarakan dengan rekan-rekan dari Eurasia dalam workshop kali ini," ungkapnya.
Pahala menambahkan, kerja sama energi ini bersifat jangka panjang dan strategis untuk mendukung kebutuhan industri dalam negeri yang semakin meningkat. Penguasaan teknologi nuklir diharapkan mampu menjadi pilar pendukung bagi target netralitas karbon Indonesia di masa mendatang.
Secara keseluruhan, kerja sama dengan EAEU dipandang sebagai jembatan bagi Indonesia untuk melakukan diversifikasi pasar dan teknologi. Melalui koordinasi yang intensif di sektor logistik dan energi, Kadin optimistis Indonesia mampu bertransformasi menjadi mitra strategis utama bagi blok ekonomi Eurasia di kawasan Asia Tenggara.

