Pemerintah Targetkan Penyaluran KPR FLPP 7.500 Unit di Sulut pada 2026
MINAHASA, investortrust.id — Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Sulawesi Utara sebanyak 7.500 unit pada 2026.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyampaikan, serapan rumah subsidi skema FLPP di Sulawesi Utara terus meningkat secara tahunan.
“Realisasi rumah subsidi di Sulawesi Utara meningkat dari 2.146 unit pada tahun 2024 menjadi 3.015 unit pada 2025. Tahun ini, kami menargetkan peningkatan hingga dua kali lipat, yakni sekitar 7.500 unit dapat tersalur di Sulawesi Utara,” kata Heru dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (8/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Heru mendampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, dalam peninjauan rumah subsidi di Perumahan Griya Bumi Asih Sawangan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (8/4/2026).
Sri mengapresiasi kualitas pembangunan rumah subsidi di kawasan tersebut, terutama dari sisi luas lahan, kualitas bangunan, serta ketersediaan sarana dasar.
Baca Juga
SMF Pastikan Pendanaan FLPP Tetap Terjaga pada 2026 Ditopang Hal Ini
“Bagus karena rumah subsidi di Griya Bumi Asih ini luas tanahnya sekitar 100 meter persegi, sehingga masih ada sisa lahan yang bisa dimanfaatkan, misalnya untuk menanam pohon atau pengembangan rumah ke depan. Lingkungannya juga terasa nyaman,” ujar Sri.
Ia juga menilai kualitas bangunan yang dibangun pengembang sudah cukup baik, mulai dari struktur tembok, atap, langit-langit, hingga fasilitas dasar seperti air bersih dan kamar mandi.
“Kita senang melihat developer yang serius membangun rumah subsidi dengan kualitas yang baik. Pemerintah terus berkomitmen untuk menyiapkan hunian yang layak, aman, dan terjangkau bagi masyarakat melalui berbagai program perumahan,” tambah Sri.
Di sisi lain, Direktur Perumahan Griya Bumi Asih, Komang Agus menjelaskan, pengembangan perumahan tersebut dimulai sejak 2014 dengan total luas
lahan 37,9 hektare (ha) dan kapasitas sekitar 2.168 unit rumah.
“Saat ini telah terbangun sebanyak 526 unit, dengan 393 unit sudah ditempati. Ready stock tersedia 63 unit, dan 27 unit masih dalam proses pembangunan. Tingkat keterhunian mencapai lebih dari 90%,” ungkap Komang.
Baca Juga
Kejar Target 350 Ribu di 2026, BP Tapera Realisasikan KPR FLPP 42 Ribu Unit di Kuartal I-2026
Komang menambahkan, mayoritas pembeli merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk keluarga muda, ASN, TNI/Polri, pegawai swasta, pelaku UMKM hingga petani.
“Mayoritas pembeli adalah keluarga muda, ASN, TNI/Polri, pegawai swasta, pelaku UMKM hingga petani. Tingkat kredit bermasalah juga nol persen hingga saat ini,” ucapnya.
Ke depan, pengembang masih memiliki potensi pengembangan sekitar 1.650 unit tambahan dan berkomitmen mendukung program pemerintah dalam penyediaan rumah subsidi.
“Kami sengaja menyediakan lahan lebih luas, sekitar 9 x 12 meter atau 108 meter persegi, agar penghuni dapat mengembangkan rumahnya di masa depan, seperti menambah kamar atau parkir kendaraan,” tutur Komang.
Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati (kiri) saat prosesi serah terima kunci kepada penerima manfaat rumah subsidi di Perumahan Griya Bumi Asih Sawangan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (8/4/2026). Foto: Dok. PKP
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho (kanan) saat prosesi serah terima kunci kepada penerima manfaat rumah subsidi di Perumahan Griya Bumi Asih Sawangan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (8/4/2026). Foto: Dok. PKP
Cc: Ilustrasi rumah subsidi di Perumahan Griya Bumi Asih Sawangan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (8/4/2026). Foto: Dok. PKP

