Industri Tunggu Hasil Uji B50, Fuso-Isuzu 'Gercep' Tes Kompatibilitas Mesin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rencana pemerintah menerapkan mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 mendapat perhatian pelaku industri otomotif. Produsen kendaraan niaga masih menunggu hasil akhir uji jalan sebelum memastikan kesiapan penuh.
Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Aji Jaya mengatakan saat ini pengujian B50 masih berlangsung. Hasil sementara dinilai belum cukup untuk menjadi kesimpulan final.
Ia menyebut uji jalan telah mencapai sekitar 40.000 kilometer. Targetnya pengujian akan rampung di angka 50.000 kilometer sebelum dilakukan evaluasi menyeluruh.
“Jadi intinya kami masih menunggu hasil akhir evaluasi dari hasil road test tersebut. Karena penting bagi kami mengetahui hasilnya setelah B50 itu digunakan untuk sampai dengan 50.000 kilometer,” ujarnya saat ditemui Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Meski demikian, Aji menyebut, hasil sementara menunjukkan belum ada kendala signifikan. Interval penggantian filter juga disebut masih relatif normal sejauh pengujian berjalan.
“Dari hasil road test sampai 40.000 kilometer enggak ada isu masalahnya,” sambunga. Namun ia menekankan keputusan tetap menunggu laporan resmi pemerintah.
Secara terpisah, produsen lain juga mulai melakukan pengujian internal. Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Anton Rusli menyatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan B50.
Baca Juga
“Intinya B50 ini kita sebagai automaker pasti akan support kebijakan pemerintah,” ujarnya. Ia menilai kebijakan ini penting untuk ketahanan energi nasional.
Isuzu sendiri telah melakukan uji coba internal sejauh 10.000 hingga 20.000 kilometer. Pengujian difokuskan untuk melihat dampak terhadap performa mesin.
“Iya, kan selama ini biodiesel sudah masuk, walaupun B30, dengan masuknya B50 kita harus lakukan pengetesan lagi,” jelas Anton. Ia menyebut hasil sementara masih dalam tahap evaluasi.
Dari sisi teknis, kemungkinan penyesuaian mulai terlihat. Salah satunya pada komponen filter bahan bakar yang perlu disesuaikan.
“Ada sedikit di fuel oil filter-nya, tapi kami masih belum bisa omongin karena hasil pengetesan belum final,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah siap menerapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini ditargetkan mampu menghemat konsumsi BBM fosil hingga 4 juta kiloliter dan menekan subsidi energi hingga Rp 48 triliun.

