Gubernur Bali Desak Kepastian Tol Gilimanuk–Mengwi, Menteri PU Pastikan Tetap Prioritas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Gubernur Bali, I Wayan Koster mendesak kepastian pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi yang dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti sejak tahun 2020 lalu.
“Kami juga mengusulkan jalan tol Gilimanuk-Mengwi. Jadi kami ditunggu-tunggu oleh masyarakat soal jalan tol ini yang sudah lama direncanakan, namun sampai sekarang belum ada perkembangan yang berarti buat kami, sehingga kami jadi malu dengan masyarakat,” kata Koster dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan secara daring, dipantau melalui siaran TV Parlemen, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus menerima pertanyaan dari masyarakat terkait proyek tersebut. Sementara itu, lahan yang telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan disebut sudah tidak dapat dimanfaatkan.
“Kami ditanya terus, sementara lahannya sudah dipenlok, sehingga masyarakat tidak bisa memanfaatkan lahan yang sudah diterapkan menjadi trase jalan tol,” ungkap Koster.
Ihwal itu, Gubernur Bali meminta kepastian mengenai kelanjutan rencana pembangunan jalan tol tersebut. “Kami mohon kepastian mengenai kelanjutan rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi ini,” ujar Koster.
Baca Juga
Menteri PU Ungkap Tol Gilimanuk–Mengwi Sepi Investor, Kok Bisa?
Terpisah, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menekankan, proyek-proyek besar seperti Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi di Provinsi Bali tetap menjadi prioritas meski APBN 2026 terkena efisiensi sekitar Rp 12,71 triliun.
"Kalau tol enggak, aman-aman proyek tol itu. Pekerjaan itu tidak akan terganggu hanya karena masalah misalnya politisasi anggaran. Ada tektokan saya (Kementerian PU), DPR, dan Bappenas. Jadi politisasi anggaran itu tidak boleh mengganggu program-program fisiknya," tegas Dody saat ditemui usai rapat kerja bersama Komisi V DPR di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Dody menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa seluruh proyek infrastruktur yang menyentuh masyarakat harus diselesaikan, baik menggunakan APBN maupun pembiayaan kreatif melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
"Karena, program fisik itu kan harus segera bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat. Arahan Pak Presiden seperti itu, jangan sampai ada masalah administrasi yang mengganggu pekerjaan fisik yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tutur dia.
Berdasarkan katalog Infrastructure Project Facilitation Office (IPFO) per kuartal IV 2025, proyek Tol Gilimanuk–Mengwi yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) diperkirakan memerlukan investasi sekitar US$ 0,66 miliar. Tingkat pengembalian investasinya masih dalam proses finalisasi seiring pembaruan final business case.

