Pembebasan Lahan Tol Harbour Road II Capai 45%, WIKA Targetkan Fungsional 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Progres pembebasan lahan proyek Tol Harbour Road (HBR) II (Ancol Timur-Pluit) yang dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencapai sekitar 45%.
Manajer Proyek Tol Harbour Road II WIKA, Hari Purnama mengatakan, pembebasan lahan di sisi selatan proyek saat ini tinggal sekitar 1 kilometer (km).
“Untuk di lokasi yang dikerjakan WIKA saat ini sekitar 45% pembebasan lahan, baik di sisi utara maupun selatan. Namun, yang di selatan kurang lebih tinggal 1 km lagi (pembebasan lahannya),” kata Hari dalam konferensi pers site visit proyek Tol Harbour Road II, Jakarta Utara, Senin (6/4/2026).
Baca Juga
Dia menyebut pembebasan lahan menjadi salah satu tantangan dalam proyek tersebut. Menurut Hari, pemilik proyek yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) menargetkan Harbour Road II dapat fungsional pada 2026 di sisi selatan.
“Jadi memang salah satu challenge di HBR II ini adalah pembebasan lahan. Dari owner sudah menargetkan HBR II ini bisa fungsional di tahun (2026) ini di sisi selatan,” ujar dia.
Hari menjelaskan, operasional sisi selatan dinilai lebih optimal karena sisi utara masih membutuhkan pembangunan koneksi tambahan. “Karena kalau sisi utara ini harus ada crossing ke arah jembatan 3 (Penjaringan, Jakarta Utara), sehingga lebih optimalnya kita bisa operasionalnya di sisi selatan,” ucap dia.
Terkait nilai kontrak, ia menyebut pekerjaan Harbour Road II yang ditangani WIKA mencapai sekitar Rp 5,22 triliun dengan progres konstruksi saat ini di angka 32,31%. “Terkait nilai kontrak HBR II ini sekitar Rp 5,22 triliun, saat ini progres yang ditangani oleh WIKA yakni di angka 32,31%,” papar Hari.
Baca Juga
Bos WIKA: KCIC Pemicu Lompatan Rugi Bersih Perseroan Jadi Rp 10,13 Triliun di 2025
Jalan Tol Harbour Road II (Ancol Timur - Pluit) memiliki panjang sekitar 9,7 km. Tol ini dirancang dengan standar kecepatan 80 km/jam, lebar lajur 3,5 meter, dan dilengkapi junction di Ancol Timur serta Pluit, termasuk ramp penghubung dengan Harbour Road (HBR) I.
Jalan tol senilai Rp 15,8 triliun ini bukan sekadar menambah kapasitas lalu lintas, tetapi juga memperkuat jaringan empat lingkar jalan tol Jabodetabek (Ring 1, Ring 2, JORR 1, dan JORR 2). Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi barang diharapkan lebih efisien sehingga daya saing ekonomi nasional ikut meningkat.

