Astra Komponen Indonesia Luncurkan 6 Alat Kesehatan Digital, Dorong Kemandirian Industri Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melalui anak usahanya, PT Astra Komponen Indonesia (ASKI), meluncurkan enam alat kesehatan berbasis teknologi digital. Peluncuran ini sejalan dengan strategi pemerintah dalam meningkatkan kemandirian sektor kesehatan serta mendorong pemanfaatan alat kesehatan produksi dalam negeri.
Enam produk yang diperkenalkan meliputi ultrasonography 4D, syringe pump, infusion pump, electrocardiograph 12 channel, tensimeter sekaligus alat pengukur kadar gula, kolesterol, dan asam urat (GCU 4in1), serta GCU 3in1. Seluruh perangkat ini terintegrasi dengan aplikasi digital dan predictive analytics berbasis Artificial Intelligence (AI).
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi kontribusi ASKI dalam mendukung ketahanan sistem kesehatan nasional.
Baca Juga
“Ada tiga hal penting, yaitu menyediakan alat kesehatan berkualitas dengan harga terjangkau, memastikan ketahanan sistem kesehatan nasional, serta menciptakan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pemanfaatan alat kesehatan dalam negeri meningkat dari sekitar 12% pada 2019 menjadi sekitar 48% pada 2024. Meski demikian, jumlah produk impor masih mendominasi dengan lebih dari 59.000 produk dibandingkan sekitar 19.000 produk lokal.
Sementara itu, Presiden Direktur Astra Otoparts (AUTO) Hamdhani Dzulkarnaen Salim menegaskan bahwa komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk alat kesehatan yang berkualitas dan berdaya saing melalui penguatan R&D dan produksi dalam negeri.
Baca Juga
Astra Otoparts (AUTO) Cetak Rekor Laba Bersih Rp 2,21 Triliun di 2025
Perseroan melalui ASKI berkomitmen untuk memperkuat ekosistem industri alat kesehatan nasional melalui kolaborasi dengan pemerintah, universitas, industri, dan distributor. Salah satu kolaborasi dilakukan bersama PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dalam pengembangan perangkat GCU 4in1 dan 3in1 untuk mendukung deteksi dini penyakit tidak menular berbasis data.
Sejak diversifikasi ke sektor alat kesehatan pada 2020, ASKI telah menghasilkan lebih dari 30 jenis produk dengan tingkat komponen dalam negeri sebesar 40–59%.
Melalui inovasi ini, ASKI berupaya memperkuat industri alat kesehatan nasional yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global, sekaligus meningkatkan akses serta kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

