Tanpa Mesin EDC, Apple akan Hadirkan Tap to Pay di iPhone Mulai April
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Apple bersiap menghadirkan fitur Tap to Pay di iPhone mulai April 2026. Teknologi ini memungkinkan pelaku usaha menerima pembayaran langsung tanpa perlu mesin electronic data capture (EDC).
Fitur ini menjadi bagian dari peluncuran Apple Business yang akan tersedia secara global pada 14 April 2026, iPhone dapat difungsikan sebagai alat pembayaran berbasis NFC untuk menerima transaksi dari kartu debit, kredit, maupun dompet digital.
Dalam keterangan resmi perusahaan, Rabu (25/3/2026), lewat Tap to Pay pelaku usaha cukup menggunakan satu perangkat tanpa tambahan hardware. Skema ini dinilai mampu memangkas biaya investasi mesin EDC yang selama ini menjadi hambatan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Apple Business adalah lompatan besar dalam komitmen kami membantu perusahaan memanfaatkan keandalan produk dan layanan Apple,” ujar Vice President of Education and Education Marketing Apple, Susan Prescott.
Selain menghadirkan fitur pembayaran, Apple Business juga dilengkapi manajemen perangkat seluler (MDM) bawaan untuk mengatur perangkat, aplikasi, dan keamanan secara terpusat. Fitur Blueprints memungkinkan konfigurasi perangkat dilakukan otomatis agar siap digunakan sejak awal.
Apple juga menyediakan layanan pendukung seperti email bisnis, kalender, dan direktori dengan domain perusahaan untuk meningkatkan efisiensi komunikasi dan kolaborasi tim.
Baca Juga
Apple Rilis iPhone 17e, Performa Ngebut dan Harga Lebih Yahud
Di Indonesia, tren pembayaran non-tunai yang terus meningkat membuat teknologi ini dinilai relevan. Adopsi sistem pembayaran berbasis perangkat berpotensi mempercepat digitalisasi transaksi sekaligus mengurangi ketergantungan pada infrastruktur perbankan konvensional.
Apple menegaskan platform ini dirancang untuk berbagai skala bisnis, termasuk yang tidak memiliki tim IT khusus. “Kami menghadirkan platform yang aman dan sederhana dengan fitur utama untuk membantu perusahaan fokus pada pengembangan bisnisnya,” lanjut Susan.
Dari sisi bisnis, kehadiran Tap to Pay menjadi sinyal potensi disrupsi di industri pembayaran. Jika diadopsi luas, model ini dapat menekan penggunaan mesin EDC sekaligus mengubah peta persaingan antara perusahaan teknologi, fintech, dan perbankan.

