Harga Emas Turun Setelah The Fed Tahan Suku Bunga
Poin Penting
|
NEW YORK, Investortrust.id - Harga emas turun pada Rabu (18/3/2026) setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tidak berubah, sesuai ekspektasi pasar, sehingga memicu pelemahan minat terhadap aset safe haven tersebut.
Bank sentral Amerika Serikat dalam pernyataannya menegaskan kebijakan moneter tetap stabil di tengah ketidakpastian global, sekaligus membuka peluang pelonggaran terbatas ke depan.
Dilansir Reuters, harga emas spot turun 2,2% menjadi US$ 4.895,61 per ons, sementara kontrak berjangka emas melemah 2,4% ke level US$ 4.889,80 per ons. Pelemahan ini terjadi setelah pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga ke depan.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Naik, Investor Cermati Suku Bunga The Fed
Meskipun menahan suku bunga, The Fed memproyeksikan masih ada ruang untuk satu kali pemangkasan pada 2026. Sinyal ini mencerminkan sikap hati-hati bank sentral dalam menyeimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Dalam pernyataan resminya, The Fed juga menyoroti meningkatnya risiko global, khususnya dari konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi. “Implikasi dari perkembangan di Timur Tengah terhadap perekonomian AS masih belum pasti,” demikian pernyataan The Fed.
Kondisi ini membuat investor cenderung menahan posisi di emas, karena arah kebijakan moneter dan dinamika geopolitik masih belum memberikan kepastian yang kuat.
Baca Juga
Emas Tertahan di US$ 5.000, Investor Cermati Konflik Timur Tengah
Emas sendiri selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian. Namun, ketika suku bunga tetap tinggi, daya tarik emas biasanya menurun karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.
Ke depan, pergerakan harga emas akan sangat bergantung pada sinyal lanjutan dari The Fed serta perkembangan konflik geopolitik global yang dapat memicu volatilitas pasar.

