Pemerintah Diminta Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Imbas Perang Iran vs Israel-AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menilai perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS) berpotensi mengganggu produksi pangan dunia secara signifikan. Salah satu faktor utama adalah terganggunya ketersediaan pupuk yang selama ini menjadi komponen vital dalam produksi pertanian.
"Perang di Timur Tengah akan sangat berdampak pada produksi pangan dunia. Salah satu yang paling terasa adalah terganggunya pasokan pupuk," kata Daniel dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).
Dia menjelaskan, negara-negara seperti Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) merupakan empat eksportir utama pupuk nitrogen dunia. Namun, konflik yang terjadi menyebabkan gangguan serius terhadap pasokan gas sebagai bahan baku utama pupuk, akibat serangan drone dan rudal.
Baca Juga
Mendag: Harga Pangan Jelang Lebaran Relatif Stabil, Harga Cabai Rawit dan Telur Naik
"Kondisi ini memaksa sejumlah negara tersebut menghentikan produksinya. Jika pasokan pupuk terganggu, maka produksi pangan global akan ikut menurun," ujar dia.
Selain pupuk, Daniel menyoroti dampak perang terhadap kenaikan harga minyak dunia. Lonjakan harga energi akan berimbas langsung pada biaya produksi pertanian serta distribusi logistik pangan.
"Kenaikan harga minyak akan meningkatkan biaya produksi dan distribusi pangan. Ini akan berdampak pada kenaikan harga pangan secara keseluruhan," ucap dia.
Menyikapi kondisi tersebut, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta pemerintah segera menempuh langkah-langkah antisipatif guna menghadapi potensi kenaikan harga pangan di dalam negeri.
Baca Juga
Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Pupuk Nasional Aman di Tengah Gejolak Timur Tengah
Menurut dia, pemerintah harus melakukan berbagai langkah strategis agar dampak ini tidak memberatkan masyarakat. "Stabilitas harga pangan harus dijaga,” tegas dia.
Daniel Johan juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional melalui diversifikasi sumber pangan, optimalisasi produksi dalam negeri, serta pengamanan pasokan pupuk dan energi.
Daniel berharap pemerintah dapat bergerak cepat dan terukur dalam merespons dinamika global agar masyarakat tidak menjadi pihak yang paling terdampak dari konflik geopolitik tersebut.

