Bagikan

Punya Mobil Listrik? Kenali 4 Jenis 'Charger' Ini Biar Enggak Salah Isi Daya

Poin Penting

Penggunaan kendaraan listrik di Indonesia meningkat seiring ekspansi SPKLU yang didorong PLN.
Empat jenis charging station memungkinkan pengisian daya disesuaikan dengan kapasitas baterai EV.
Aplikasi PLN Mobile membantu pengguna merencanakan rute dan menemukan titik pengisian daya EV.

JAKARTA, Investortrust.id - Tren penggunaan kendaraan listrik (electrical vehicle/EV) di Indonesia terus meningkat seiring perluasan infrastruktur pengisian daya yang dikembangkan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, perusahaan listrik milik negara. Infrastruktur ini dibangun bersama berbagai mitra guna mendukung mobilitas kendaraan listrik yang semakin berkembang di berbagai daerah.

PLN menjelaskan bahwa penguatan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), tetapi juga mencakup edukasi kepada masyarakat mengenai cara penggunaan fasilitas pengisian daya secara tepat.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan pemahaman mengenai jenis charging station penting agar pengguna kendaraan listrik dapat menyesuaikan metode pengisian dengan kebutuhan mobilitas mereka.

Ilustrasi SPKLU. Dok PLN

“PLN tidak hanya membangun infrastruktur pengisian daya, tetapi berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat agar penggunaan kendaraan listrik semakin mudah, aman, dan nyaman. Dengan memahami jenis charging station yang tersedia, pengguna dapat mengoptimalkan proses pengisian daya sesuai kebutuhan mobilitas mereka,” ujar Gregorius dikutip Sabtu (14/3/2026).

Empat Jenis Charging Station Kendaraan Listrik

Secara umum, kendaraan listrik dapat menggunakan empat jenis fasilitas pengisian daya yang berbeda. Perbedaan utama terletak pada kapasitas daya listrik dan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai kendaraan.

Baca Juga

SPKLU Masih Minim, Mobil Listrik Bisa Disalip ‘Hybrid’?

Jenis pertama adalah standard charging, yaitu metode pengisian menggunakan arus bolak-balik atau alternating current (AC) dengan kapasitas hingga 7 kilowatt (KW). Pengisian daya dengan metode ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 12 jam, tergantung kapasitas baterai kendaraan.

Metode ini paling sering digunakan untuk pengisian daya di rumah atau home charging dan cocok untuk kendaraan listrik dengan kapasitas baterai relatif kecil maupun kendaraan plug-in hybrid.

Jenis kedua adalah medium charging, yang juga menggunakan arus AC tetapi dengan kapasitas daya lebih besar, yaitu di atas 7 kilowatt hingga 22 kilowatt. Dengan daya yang lebih tinggi, waktu pengisian baterai dapat berlangsung sekitar 2 hingga 4 jam.

Fasilitas ini biasanya tersedia di kantor, pusat perbelanjaan, atau area parkir publik. Mengingat kendaraan biasanya diparkir dalam waktu beberapa jam, jenis pengisian ini dinilai cukup efisien bagi pengguna yang melakukan aktivitas di lokasi tersebut. Pengisian daya ini umumnya menggunakan perangkat wallbox charger.

Jenis ketiga adalah fast charging, yaitu metode pengisian menggunakan arus searah atau direct current (DC) dengan kapasitas lebih dari 22 kilowatt hingga 50 kilowatt. Teknologi ini memungkinkan baterai kendaraan listrik terisi hingga sekitar 80% dalam waktu sekitar 30 hingga 60 menit.

Baca Juga

Infrastruktur Kendaraan Listrik Makin Masif, SPKLU Naik 44% Tembus 4.655 Unit

Fast charging umumnya tersedia di SPKLU dan banyak dimanfaatkan oleh pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan jarak jauh atau memiliki mobilitas tinggi.

Jenis terakhir adalah ultra fast charging, yang juga menggunakan arus DC tetapi dengan kapasitas daya lebih dari 50 kilowatt. Dengan kapasitas tersebut, proses pengisian daya dapat dilakukan dalam waktu sekitar 10 hingga 20 menit. Teknologi ini sangat cocok untuk kendaraan listrik dengan kapasitas baterai besar yang membutuhkan pengisian daya cepat selama perjalanan.


Ilustrasi SPKLU. Dok PLN

Selain memperluas infrastruktur fisik, PLN juga menghadirkan layanan digital untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik melalui aplikasi PLN Mobile. Aplikasi tersebut dilengkapi menu Electric Vehicle Digital Services (EVDS) yang berfungsi sebagai layanan terpadu atau one-stop service bagi pengguna kendaraan listrik.

Melalui fitur tersebut, pengguna dapat memanfaatkan fasilitas Trip Planner untuk merencanakan rute perjalanan sekaligus menentukan titik pengisian daya yang tersedia di sepanjang perjalanan. Selain itu, PLN Mobile juga menyediakan fitur AntreEV yang memungkinkan pengguna memantau ketersediaan SPKLU serta melakukan reservasi antrean pengisian daya secara digital.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024