IndoEBTKE ConEx 2026 Dorong Akselerasi Energi Bersih di ASEAN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), bersama para pemangku kepentingan utama sektor energi bersih, meluncurkan penyelenggaraan The 12th IndoEBTKE ConEx 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-12, forum ini akan berlangsung pada 2-4 September 2026 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.
Mengusung tema “Turning Ambition into Action: Accelerating Clean Energy Transition in Indonesia and ASEAN,” The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 menegaskan komitmen Indonesia untuk mempercepat implementasi transisi energi bersih melalui kolaborasi regional, inovasi teknologi, dan penguatan investasi hijau.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyampaikan, potensi energi baru terbarukan di Indonesia sangat besar dan perlu terus dioptimalkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menurunkan emisi. Potensi energi surya misalnya, diperkirakan mencapai sekitar 3.200 gigawatt (GW) yang menjadi salah satu sumber energi bersih strategis untuk didorong pengembangannya.
Baca Juga
Difasilitasi Danantara, Pertamina dan PLN Pacu 19 Proyek Geotermal 530 MW
Dalam kesempatan tersebut, Eniya menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mempercepat transisi energi. Penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx dinilai menjadi momentum penting untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat kolaborasi serta menampilkan berbagai capaian pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.
“Kami berharap penyelenggaraan IndoEBTKE ConEx tahun ini dapat berlangsung lebih besar dan lebih baik, sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia,” ujar Eniya dalam acara IndoEBTKE Launch di Jakarta, Jumat (14/3/2026).
Lebih lanjut, Eniya menegaskan bahwa selain pengembangan energi baru terbarukan, aspek konservasi energi juga perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya transisi energi berkelanjutan.
“Selain mendorong pengembangan energi baru terbarukan, kita juga perlu memperkuat upaya konservasi energi melalui penerapan manajemen energi dan efisiensi energi di berbagai sektor, sehingga penggunaan energi menjadi lebih hemat, efisien, dan berkontribusi pada penurunan emisi,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Zulfan Zahar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan.
“Melalui IndoEBTKE ConEx 2026, kami mendorong sinergi lebih kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional untuk membangun ekosistem energi bersih yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global. Forum ini akan menjadi katalis penting bagi percepatan transisi energi di kawasan,” ucap Zulfan.
Baca Juga
Danantara Kantongi Investasi Rp 23,6 Triliun untuk Proyek PLTS 50 GW
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (Maskeei) Andhika Prastawa menambahkan bahwa efisiensi energi akan menjadi salah satu pilar penting dalam pencapaian Net Zero Emission.
“Kami mendorong penguatan implementasi efisiensi energi melalui berbagai inisiatif inovatif, termasuk pengembangan platform energy efficiency as a service, yang diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi hemat energi di sektor industri maupun komersial,” tegas Andhika.

