Posko ESDM Idulfutri 2026 Dibuka, Pemerintah Pastikan Pasokan Energi Nasional Aman
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka Posko Nasional sektor Energi dan Sumber Daya Mineral untuk memantau ketersediaan energi selama Ramadan hingga arus mudik dan perayaan Idulfitri 2026. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dan informasi terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM), LPG, listrik, serta potensi kebencanaan geologi selama periode tersebut.
Kementerian ESDM mengoperasikan posko tersebut selama 20 hari mulai Rabu (11/3/2026) hingga Senin (31/3/2026). Posko berlokasi di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta.
Pembukaan posko dilakukan secara simbolis oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung. Pemerintah menilai keberadaan posko ini penting sebagai pusat koordinasi antarinstansi sekaligus rujukan informasi bagi masyarakat dan pemangku kepentingan selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Baca Juga
Jasa Marga Ubah Nomor Call Center Jadi 133, Mudahkan Pemudik Saat Darurat
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan posko tersebut berperan sebagai sarana koordinasi berbagai lembaga untuk memastikan pelayanan energi berjalan lancar selama masa mudik. “Secara nasional ketersediaan BBM dan LPG untuk kebutuhan Hari Raya Idulfitri 1447 H sangat memadai,” kata Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dikutip pada Jumat (13/3/2026).
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri 2026 Erika Retnowati menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam pelaksanaan posko tersebut. Ia mengatakan koordinasi tidak hanya dilakukan di antara anggota posko, tetapi juga dengan berbagai pemangku kepentingan lain. “Dalam pelaksanaan kegiatan Posko Nasional Sektor ESDM ini, penting kiranya untuk kita bersinergi agar pelaksanaan Posko berjalan dengan lancar,” kata Erika Retnowati.
Ia menambahkan sinergi juga dilakukan dengan berbagai lembaga seperti Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) untuk memantau rute perjalanan, potensi pembatasan lalu lintas, serta titik kemacetan selama arus mudik.
Proyeksi Kebutuhan Energi
Selama periode posko Ramadan dan Idulfitri, BPH Migas bersama PT Pertamina (Persero) menyiagakan berbagai infrastruktur distribusi energi untuk memastikan ketersediaan bahan bakar di seluruh wilayah. Fasilitas yang disiapkan mencakup 125 terminal BBM, 7.885 stasiun pengisian bahan bakar umum, serta 72 depot pengisian pesawat udara. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas tambahan di wilayah dengan potensi lonjakan konsumsi energi.
Berdasarkan proyeksi pemerintah, konsumsi bensin atau gasoline selama periode tersebut diperkirakan meningkat sekitar 12,0% dibandingkan kondisi normal. Sebaliknya, konsumsi gasoil atau solar diproyeksikan turun sekitar 14,5%.
Kebutuhan avtur diperkirakan meningkat sekitar 2,8% seiring kenaikan aktivitas penerbangan selama masa libur Lebaran. Sementara itu, konsumsi minyak tanah diproyeksikan meningkat sekitar 4,2% dibandingkan realisasi pada kondisi normal.
Untuk pasokan LPG, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) bersama Pertamina menyiagakan 40 terminal LPG, 757 stasiun pengisian bulk elpiji, serta 6.662 agen LPG di berbagai wilayah Indonesia.
Prognosa ketahanan stok LPG nasional diperkirakan berada pada kisaran 12 hingga 15 hari. Pemerintah menjaga stabilitas stok tersebut selama periode Ramadan dan Idulfitri dengan dukungan agen dan pangkalan LPG yang beroperasi selama 24 jam, khususnya di wilayah dengan permintaan tinggi.
Baca Juga
143 Juta Pemudik Diprediksi Bergerak, ESDM Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik
Pertamina Siagakan Satgas Energi
Pada kesempatan yang sama, PT Pertamina (Persero), perusahaan energi milik negara, memastikan ketersediaan pasokan energi nasional berada dalam kondisi aman selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Untuk memastikan kelancaran distribusi energi, Pertamina mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri yang bertugas mulai Minggu (9/3/2026) hingga Selasa (1/4/2026).
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan perusahaan memperkuat kesiapan operasional dan layanan kepada masyarakat agar kebutuhan energi tetap terpenuhi selama periode libur panjang tersebut. “Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG berada dalam kondisi aman untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri,” kata Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri.
Ia menambahkan perusahaan juga memastikan layanan distribusi energi tetap berjalan optimal melalui jaringan infrastruktur yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan energi, Pertamina menyiapkan berbagai layanan tambahan di wilayah yang diperkirakan mengalami peningkatan konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri. “Beberapa layanan tambahan kami siapkan, antara lain motoris Pertamina Delivery Service yang dapat mengantarkan BBM ketika terjadi kemacetan di jalan,” ujar Simon.
Selain itu, perusahaan juga menyiagakan mobil tangki di sejumlah titik strategis untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar meskipun terjadi kepadatan lalu lintas.
Di tengah dinamika geopolitik global, Pertamina juga terus memperkuat infrastruktur energi nasional termasuk menjajaki kerja sama pembangunan fasilitas penyimpanan energi untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia.
Simon mengatakan perusahaan juga memantau perkembangan situasi di kawasan Teluk Arab yang menjadi salah satu jalur penting perdagangan energi global. Menurutnya, saat ini dua kapal milik Pertamina International Shipping telah melanjutkan operasionalnya untuk melayani pasar internasional dengan tujuan pengiriman ke Kenya dan India. “Saat ini terdapat dua kapal yang telah melanjutkan operasional, yakni Pertamina International Shipping Rinjani dan PIS Paragon,” kata Simon.
Sementara itu, dua kapal lainnya masih berada di kawasan Teluk Arab. Pertamina terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan awak kapal dan kargo yang diangkut. “Prioritas utama Pertamina adalah memastikan keselamatan kru kapal serta keamanan kargo yang diangkut,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian global, Pertamina juga melakukan diversifikasi sumber pasokan energi dari berbagai wilayah dunia. Selain dari Timur Tengah, perusahaan juga memperoleh pasokan energi dari Afrika, Amerika, dan kawasan lain guna menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
“Dengan dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina berkomitmen untuk terus memastikan kelancaran distribusi energi serta menjaga ketahanan pasokan energi bagi masyarakat Indonesia,” kata Simon.

