NeutraDC Perkuat Posisi Digital Ecosystem Hub, Perluas Infrastruktur Data Center AI-Ready
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Memasuki usia keempat, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC Group), operating company dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang berfokus pada bisnis data center, semakin memperkuat posisinya sebagai Digital Ecosystem Hub melalui akselerasi kolaborasi strategis serta peningkatan kapabilitas layanan sebagai AI enabler.
Langkah tersebut dilakukan untuk merespons lonjakan kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan artifisial (AI), sekaligus memperkokoh fondasi kedaulatan data Indonesia di tengah kompetisi infrastruktur digital yang semakin ketat di kawasan Asia Pasifik.
CEO NeutraDC Group Andreuw Th.A.F mengatakan, penguatan posisi perusahaan ini merupakan refleksi arah strategis NeutraDC dalam menghadapi fase pertumbuhan digital berikutnya.
Baca Juga
Perkuat Infrastruktur AI di Asia Tenggara, Telkom (TLKM) melalui NeutraDC Gandeng AMD
“Empat tahun ini bukan sekadar penanda usia, tetapi momentum untuk mempertegas peran. Kami membangun infrastruktur yang tidak hanya andal dan aman, tetapi juga siap mendukung akselerasi AI. Melalui kolaborasi lintas ekosistem, NeutraDC ingin memastikan Indonesia memiliki fondasi komputasi yang kompetitif di tingkat regional,” ujar Andreuw melalui penjelasan resminya pekan ini.
Menurut dia, kebutuhan terhadap AI-ready infrastructure kini telah menjadi kebutuhan aktual, bukan lagi sekadar proyeksi jangka panjang. Karena itu, NeutraDC tidak hanya memperluas kapasitas, tetapi juga mengintegrasikan layanan colocation, connect, dan compute untuk mendukung orkestrasi konektivitas dan komputasi dalam satu sistem terpadu.
Secara operasional, strategi tersebut diwujudkan melalui integrasi layanan dalam satu ekosistem modular yang adaptif terhadap dinamika teknologi, termasuk pertumbuhan AI, cloud, serta kebutuhan komputasi berkapasitas tinggi.
Dengan integrasi tersebut, NeutraDC menempatkan diri tidak hanya sebagai penyedia fasilitas fisik, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem digital yang menyatukan infrastruktur, konektivitas, dan layanan komputasi dalam satu kerangka strategis.
Baca Juga
Perkuat Keamanan dan Keandalan Pusat Data, HDC NeutraDC-Nxera Batam Raih Sertifikasi Tier-3
Ekspansi perusahaan juga berjalan melalui pengembangan fasilitas di Jakarta, pembangunan pusat data berskala besar di Batam, serta operasional di Singapura.
Keberadaan di Singapura dinilai strategis karena negara tersebut merupakan salah satu hub interkoneksi dan lalu lintas data terbesar di Asia Pasifik. Dengan titik operasional di sana, NeutraDC dapat menghubungkan ekosistem domestik dengan jaringan global secara lebih efisien sekaligus menyediakan opsi arsitektur hybrid dan disaster recovery lintas negara bagi pelanggan di Indonesia.
Fasilitas NeutraDC di Singapura juga telah memperoleh lisensi Services-Based Operator (SBO) yang memungkinkan perusahaan melakukan resale layanan konektivitas secara resmi serta memperkuat kepatuhan regulasi di tingkat regional.
Keberadaan fasilitas NeutraDC di luar negeri menjadikan perusahaan ini sebagai operator data center asal Indonesia dengan jejak operasional internasional. Model tersebut menghadirkan berbagai implikasi strategis, mulai dari peningkatan keandalan melalui redundansi antarnegara, penguatan konektivitas regional, hingga fleksibilitas pengelolaan beban kerja domestik dan global secara bersamaan.
Baca Juga
Telkom Gelar GoZero% Innovation Festival, Inovasi Pengelolaan Limbah Kabel Jadi Pemenang
“Posisi ini memberikan nilai tambah berupa konektivitas regional yang lebih kuat, redundansi lintas negara, serta fleksibilitas arsitektur hybrid. Dengan model tersebut, Indonesia tidak hanya menjadi pasar konsumsi data, tetapi juga bagian dari rantai nilai infrastruktur digital regional,” kata Andreuw.
Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, NeutraDC berkomitmen terus mengembangkan infrastruktur secara terukur dan proaktif dengan memperluas jangkauan lintas wilayah serta memperdalam kapabilitas layanan.
Bagi NeutraDC, transformasi dari sekadar penyedia fasilitas menjadi penggerak ekosistem digital dinilai krusial untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam peta infrastruktur digital Asia Pasifik. Ketersediaan kapasitas hyperscale dan AI-ready di dalam negeri juga diyakini dapat mempercepat transformasi industri sekaligus meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi berbasis teknologi.

