Telkom Gelar GoZero% Innovation Festival, Inovasi Pengelolaan Limbah Kabel Jadi Pemenang
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sukses menggelar GoZero% Grand Champion Innovation Festival pada 2–3 Maret 2026 di Telkom Landmark Tower Surabaya. Ajang ini menjadi kompetisi inovasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) yang melibatkan karyawan dari berbagai regional Telkom untuk menghadirkan solusi pengelolaan limbah operasional yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan.
Program GoZero% Innovation Festival sebelumnya telah diselenggarakan di berbagai regional Telkom, yakni Bandung, Makassar, Medan, Tarakan, dan Yogyakarta. Ide-ide terbaik dari setiap regional kemudian dikompetisikan di tingkat nasional untuk menentukan inovasi yang paling berdampak dan berpotensi diimplementasikan secara luas di lingkungan TelkomGroup.
Ajang ini menjadi wadah lahirnya berbagai inovasi berbasis prinsip ESG yang mendukung transformasi berkelanjutan perusahaan, sejalan dengan pilar ESG Telkom, yaitu Save Our Planet dan Empower Our People.
Direktur Digital Collaboration for Sustainability Telkom Dr. Runik Machfiroh mengatakan bahwa program GoZero% menjadi salah satu upaya perusahaan untuk memperkuat komitmen keberlanjutan melalui keterlibatan karyawan.
Baca Juga
Bos Telkom (TLKM) Pastikan ‘Dividend Payout Ratio’ 2025 Minimal 89%
“Program ini tidak hanya meningkatkan awareness, tetapi juga mendorong tindakan nyata dari karyawan terhadap isu keberlanjutan,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, pekan ini.
Pengelolaan sampah dan limbah operasional menjadi tantangan yang semakin diperhatikan banyak perusahaan. Kabel, perangkat elektronik, hingga sampah kantor kerap menumpuk tanpa pemanfaatan optimal, padahal memiliki potensi untuk diolah menjadi solusi berkelanjutan.
Melalui GoZero% Innovation Festival, Telkom mendorong pendekatan yang lebih sistematis dan inovatif untuk mengoptimalkan pengelolaan limbah tersebut.
Dalam kompetisi tingkat nasional ini, lima finalis mempresentasikan inovasinya, yaitu MyCarbon (TREG I), Ecoquest (TREG II), Forec (TREG III), Restylecle Transforming Uniforms Sustainability (TREG IV), serta Clean Ocean IoT – CLEOO (TREG V).
Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti relevansi terhadap ESG, potensi implementasi, dampak, keberlanjutan, serta nilai inovasi. Proses ini memastikan solusi yang terpilih tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Siapkan Roadmap AI hingga 2028, Bidik Terwujudnya Sovereign AI Indonesia
Dari proses penilaian tersebut, inovasi Forec (TREG III) terpilih sebagai juara. Inovasi ini mengolah limbah kabel menjadi material konstruksi dan paving. Solusi tersebut dinilai mampu mengurangi timbulan limbah sekaligus membuka potensi nilai ekonomi baru karena dapat diimplementasikan secara nyata.
Pada hari kedua kegiatan, seluruh peserta mengikuti GoZero% Eco-Deep Dive dengan mengunjungi PLTSA Benowo sebagai bagian dari proses pembelajaran praktik pengelolaan limbah.
Kunjungan tersebut berkaitan dengan program Waste to Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dikelola oleh BPI Danantara dan menjadi salah satu prioritas nasional.
Sementara itu, VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menegaskan kegiatan ini bertujuan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan di masing-masing regional.
“Salah satu objective dari Eco-Deep Dive ini adalah agar ilmu dan pembelajaran yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat dibawa kembali dan diimplementasikan di masing-masing regional,” ujar Gunawan.
Baca Juga
Dua Sekuritas Kompak Rekomendasikan Beli TLKM, Target Rp4.000 Ditopang Prospek Dividen
Dalam kunjungan tersebut, peserta juga mempelajari operasional fasilitas pengolahan sampah di PLTSA Benowo yang dikelola oleh PT Sumber Organik.
Fasilitas ini memproses sekitar 1.600 ton sampah per hari atau hampir 70% timbulan sampah Kota Surabaya. Dalam operasionalnya, PLTSA Benowo menggunakan teknologi Fermentasi Gas (Landfill Gas Power Plant) berkapasitas 1,65–2 MW serta Thermochemical (Gasification Power Plant) berkapasitas 9 MW sehingga total menghasilkan listrik sebesar 11 MW.
Energi tersebut setara dengan kebutuhan sekitar 11.000 rumah tangga dan disalurkan ke jaringan listrik nasional yang dikelola oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
Manager Operasional PLTSA Benowo M. Ali Asyar menjelaskan bahwa sampah yang dikelola di fasilitas tersebut dapat diolah menjadi air layak pakai, energi listrik, hingga kompos. “Karakteristik sampah rumah tangga kita justru sangat baik untuk diolah menjadi energi,” ujarnya.
Melalui inisiatif ini, Telkom menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab lingkungan, tetapi juga peluang untuk mendorong kreativitas, memberdayakan karyawan, serta menghadirkan inovasi yang memberi dampak nyata bagi masa depan yang lebih berkelanjutan.

