SMF Raih Laba Bersih Rp 565 Miliar, Pendapatan Rp 3,1 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Sarana Multigriya FInansial (Persero) atau SMF mencatatkan kinerja cemerlang dalam menjalankan bisnis dan memenuhi mandat pembiayaan perumahan untuk masyarakat. SMF menorehkan laba bersih sebesar Ro 565 miliar dan pendapatan Rp 3,1 triliun sepanjang 2025.
Direktur Utama PT SMF, Ananta Wiyogo mengatakan pendapatan korporasi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2025 lalu, SMF mampu mendapatkan Rp 3,1 triliun atau naik 10,71% dari tahun 2024 yang sebesar Rp 2,8 triliun.
“Beban, pajak, dan CKPN [Cadangan Kerugian Penurunan Nilai] juga naik sesuai dengan aktivitasnya dari Rp 2,3 triliun [pada 2024] menjadi Rp 2,5 triliun [pada 2025]. Laba bersih adalah Rp 565 miliar,” kata Ananta, saat konferensi pers, di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ananta mengatakan, di tengah tantangan ekonomi dan likuiditas perbankan, perseroan tetap menjaga kinerja keuangan. Ini juga terlihat dari peningkatan aset dari tahun ke tahun. “Dari aset pada 2021 Rp 33,72 triliun menjadi Rp 66,8 triliun,” kata dia.
Sebagai perusahaan yang diberikan mandat untuk memenuhi perumahan, SMF menyumbang 25% dari total pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) setiap tahunnya. Suku bunga tetap yang dibebankan untuk program FLPP ini sebesar 5% selama 20 tahun.
Baca Juga
SMF Pastikan Pendanaan FLPP Tetap Terjaga pada 2026 Ditopang Hal Ini
Penyediaan porsi pendanaan tersebut dipenuhi dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang selanjutnya dioptimalkan melalui skema blended financing melalui penerbitan surat utang, guna memastikan keberlanjutan dan optimalisasi pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Untuk 2025 ini, kami salurkan adalah 194.612 unit rumah. Kurang lebih kita mendapatkan [PMN] Rp 8,03 triliun,” ujar dia.
Dengan itu, hingga Desember 2025, SMF telah menyalurkan Rp 34,37 triliun yang setara dengan 904.568 unit rumah. Penyaluran tersebut merupakan hasil optimalisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan skema leveraging sebesar 1,9 kali melalui penerbitan surat utang senilai Rp 17,94 triliun.
Selain melalui FLPP, SMF juga turut mendukung Program Tiga Juta Rumah. SMF memperkuat akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum terfasilitasi layanan pembiayaan formal, khususnya masyarakat berpenghasilan tidak tetap dan pekerja sektor informal.
Baca Juga
SMF Siap Terbitkan Obligasi untuk Kejar Target Penyaluran FLPP 2025
Sepanjang tahun 2025, SMF bersama lembaga keuangan telah menyalurkan pembiayaan Griya Tunas yang merupakan kredit mikro perumahan sebanyak 52.142 rumah. Realisasi ini melampaui target Pemerintah sebesar 50.000 rumah yang memperoleh akses pembiayaan renovasi hunian.
“Dengan skema ini, masyarakat dapat melakukan renovasi atau perbaikan hunian agar menjadi lebih layak huni, sekaligus mendukung kegiatan produktif sebagai tempat usaha. Ini sekaligus membuka akses ke pembiayaan yang aman dan terjangkau, serta menjadi solusi konkret dalam mengatasi backlog kelayakan hunian di Indonesia,” jelas Direktur Bisnis SMF, Heliantopo.

