Impor Mobil India Setop atau Lanjut, Agrinas 'Manut' Keputusan Pemerintah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota menyatakan rencana impor mobil pikap dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) masih berjalan namun menunggu keputusan pemerintah.
Sejumlah unit disebut sudah berproses setelah pembayaran uang muka 30% dilakukan. Terkait kontrak kerja sama dengan Tata Motors dan Mahindra, ia juga mengakui sebagian kendaraan sudah masuk dan kini menunggu kepastian lanjutan.
“Kami siap mengikuti apa pun keputusan pemerintah. Kami akan patuh jika ada evaluasi atau perubahan kebijakan," tegas Joao di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Joao menegaskan pengadaan dilakukan sesuai prosedur dengan mengundang seluruh produsen lokal. “Kami melakukan proses klarifikasi, kualifikasi, negosiasi, dan semuanya ada berita acaranya,” ujarnya.
Baca Juga
Agrinas Bantah Tidak Beri Kesempatan untuk Produsen Mobil Lokal
Joao juga membuka peluang bertemu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad untuk membahas polemik ini. Ia berharap ada solusi yang menjaga kelancaran program sekaligus mempertimbangkan kepentingan industri otomotif nasional.
Sebelumnya diberitakan bahwa keputusan Agrinas mengimpor 105.000 mobil pikap 4x4 disebut karena faktor efisiensi penggadaan. Di sisi lain, Joao juga mengeklaim sebagian besar produsen otomotif lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan jumlah dan harga yang terjangkau.
Menurut dia, ketidaksepakatan harga dan keterbatasan kapasitas produksi membuat Agrinas tidak bisa bergantung penuh pada pasokan dalam negeri.
Karena itu, opsi impor diambil sejak desember 2025 lalu untuk mengejar target operasional KDKMP berjalan di akhir tahun ini.

