Soal Impor Pikap dari India, Bos Agrinas Klaim Telah Beli 55.000 Unit dari Dalam Negeri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan bahwa pengadaan kendaraan untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah melalui penjajakan pasar dengan produsen otomotif di dalam negeri sebelum melakukan pembelian.
Menurut Joao, proses tersebut dilakukan dengan mengundang sejumlah produsen untuk bertemu serta menjalani tahapan kualifikasi sesuai spesifikasi kendaraan yang dibutuhkan, yakni kendaraan niaga berpenggerak empat roda (4x4).
Kepada Investortrust.id, Joao merincikan pembelian yang telah dilakukan melalui sejumlah Agen Pemegang Merek (APM), di antaranya sebanyak 900 unit, maksimal 10.000 unit hingga Desember 2026, sebanyak 20.600 unit hingga Desember 2026, sebanyak 13.500 unit, serta (Hilux) sebanyak 75 unit.
“Kami sudah mengundang semua produsen. Kami lakukan penjajakan pasar dan prakualifikasi. Yang tidak lolos ya tidak kami lanjutkan,” ujar Joao kepada Investortrust.id, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, seleksi dilakukan berdasarkan harga, kapasitas produksi, dan spesifikasi teknis. Kendaraan 4x4 dinilai lebih sesuai untuk operasional di wilayah persawahan dan daerah dengan akses terbatas.
Baca Juga
Dari total kebutuhan 160.000 unit kendaraan niaga untuk 2026, Joao mengaku sebanyak 55.000 unit diserap dari produsen dalam negeri. Sementara itu, 105.000 unit lainnya didatangkan dari India karena kapasitas produksi domestik dinilai belum mencukupi.
“Semua kemampuan produksi dalam negeri yang sanggup kami serap. Sisanya baru kami penuhi dari luar karena kapasitas tidak mencukupi,” kata Joao.
Diketahui, impor kendaraan tersebut merupakan kerja sama antara Agrinas Pangan Nusantara dan Mahindra akan memasok 35.000 unit pikap Scorpio pada 2026 untuk mendukung program Kopdes/Kelurahan Merah Putih.
Selain itu, produsen otomotif asal India juga akan mengirimkan 70.000 unit pikap ke Indonesia. Dengan demikian, total impor kendaraan pikap dari India mencapai 105.000 unit pada 2026 dengan nilai kontrak sekitar Rp24,66 triliun.

