Sukses Tambah 1.500 BTS, Indosat (ISAT) Proyeksi Trafik Lebaran Naik 18%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) memproyeksikan lonjakan trafik data sekitar 18% pada periode Lebaran 2026. Peningkatan tertinggi diperkirakan terjadi pada H-1 dan H+2, seiring mobilitas sekitar 150 juta pemudik atau hampir 50% populasi Indonesia.
SVP Head of Network Operations Indosat Raden Tofan mengatakan kesiapan jaringan menjadi prioritas utama perusahaan. “Dari internal prediction kami itu pada saat hari-H kita akan naik sekitar 18%. Biasanya peak-nya itu di H-1 atau H+2,” ujar Raden dalam peluncuran kampanye #LebihBaikIndosat di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga
Indosat (ISAT) Tutup 2025 dengan Kinerja Solid, Laba Bersih Naik 12,2%
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Indosat memperkuat infrastruktur jaringan dalam dua tahun terakhir. Perusahaan menyebut telah menambah hampir 1.500 BTS baru dalam 24 bulan terakhir guna memperluas jangkauan dan meningkatkan kapasitas.
Indosat juga menyiapkan 77 rute strategis jalur mudik, baik tol, non-tol, maupun kereta api. Total cakupan pengamanan jaringan mencapai sekitar 8.000 kilometer untuk memastikan konektivitas tetap stabil selama perjalanan jarak jauh.
Dari sisi operasional, sekitar 2.500 engineer disiagakan selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu. Perusahaan juga mendirikan 16 posko siaga bersama pemerintah dan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memperkuat koordinasi.
Pemanfaatan AI
Selain penguatan fisik jaringan, Indosat mengandalkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam sistem monitoring trafik. Data 5 tahun terakhir diolah menggunakan AI untuk meningkatkan akurasi prediksi lonjakan trafik.
“Dahulu sebelum ada AI akurasinya sekitar 70%-an, sekarang dengan AI bisa 95% plus. Jadi sangat akurat,” sambung Tofan.
Menurutnya, AI membantu perusahaan mengantisipasi potensi gangguan lebih cepat dan presisi.
Baca Juga
Target Harga Saham Indosat (ISAT) Dipertahankan Rp 3.000, Sejumlah Faktor Ini Jadi Pendukung
Teknologi AI juga diterapkan melalui fitur internal bernama FMI Co-pilot yang membantu engineer di lapangan. Sistem ini memungkinkan teknisi memperoleh panduan penanganan gangguan secara instan tanpa harus menunggu arahan pusat.
Indosat menekankan kesiapan jaringan tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga tetap stabil saat streaming dan berbagi konten saat Lebaran. Perusahaan pun optimistis pelanggan dapat menikmati layanan lebih lancar di tengah lonjakan trafik nasional.

