Usai Teken Kesepakatan Dagang dengan AS, Mendag Puji Diplomasi Presiden Prabowo
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memuji diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto di kancah internasional, termasuk keberhasilan menyepakati perjanjian dagang dengan Amerika Serikat yang baru diteken.
Indonesia diketahui baru saja menandatangani Agreement on Reciprocal Tariff (ART) dengan Amerika Serikat. Dari kesepakatan tersebut, Indonesia dikenakan tarif impor sebesar 19%. Namun, sejumlah komoditas justru mendapat tarif 0%, antara lain kopi, kakao, karet, minyak sawit, rempah-rempah, komponen elektronik dan semikonduktor, serta komponen pesawat terbang.
Baca Juga
Prabowo-Trump Teken Kesepakatan Dagang, Seskab Teddy Sebut Tonggak Baru Aliansi Ekonomi RI-AS
“Ini sebenarnya capaian yang bagus. Pak Presiden Prabowo memang diplomasinya bagus di kancah internasional,” ujar Mendag Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Menurut Mendag, diplomasi Presiden Prabowo juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis lain untuk perdagangan Indonesia, di antaranya Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), Indonesia–Canada CEPA, serta Euro-Asia FTA.
Dengan terbukanya akses pasar tersebut, pemerintah optimistis ekspor nasional akan meningkat signifikan. Tahun lalu, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat tercatat tumbuh 16%, dan dengan skema tarif baru, tren positif ini diperkirakan semakin menguat.
Baca Juga
Kesepakatan Dagang RI-AS Diteken, Mendag Pede Ekspor Meroket
“Banyak perjanjian dagang ini bisa cepat selesai, karena beliau. Misalnya EU-CEPA, Indonesia–Eurasia FTA, kemudian Indonesia–Kanada, dan yang terakhir termasuk dengan Amerika ini cepat dan hasilnya bagus sekali,” bebernya.
Tak hanya dari sisi perdagangan, diplomasi Presiden juga dinilai membuka peluang investasi yang lebih besar ke dalam negeri. Perjanjian dagang memberikan kepastian pasar bagi investor sehingga mendorong masuknya investasi berorientasi ekspor, terutama di sektor manufaktur.
“Nah ini kesempatan buat kita untuk menarik investasi ke dalam negeri, termasuk investasi dari Amerika ke Indonesia,” tambah Mendag Budi.

