Proyek KRL Gerbangkertasusila Jatim Dikebut, Lelang Digelar 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) memastikan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) atau kereta rel listrik (KRL) di kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan (Gerbangkertasusila), Jawa Timur (Jatim) memasuki tahap lelang pada 2027.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono mengatakan, proyek SRRL tahap I akan difokuskan dengan trase Sidotopo–Sidoarjo. “Ada SRRL (Surabaya Regional Railway Line). Jadi dari Sidotopo ke Sidoarjo,” kata Allan kepada awak media di gedung parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, proyek SRRL merupakan bagian pengembangan layanan KRL di kawasan Gerbangkertasusila.
Baca Juga
Ada Gangguan KRL Rangkasbitung–Tanah Abang, Menhub dan Gubernur Banten Ikut Terjebak
Terkait progres pembangunan, Allan menyebut proyek tersebut didukung pendanaan dari bank Jerman, yakni Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW). “Itu kan ada pinjaman dari Jerman ya. Jadi, tahun depan (2027) lelang, konstruksinya di 2028,” ungkap Allan.
Berdasarkan catatan investortrust.id, kawasan metropolitan Gerbang Kertosusila bakal menjadi Jabodetabek jilid dua dengan hadirnya sistem transportasi massal berbasis KRL yang tengah dikebut pengerjaannya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menyebutkan, pengembangan jaringan kereta perkotaan akan menjadi tulang punggung mobilitas kawasan tersebut.
“Saat ini di Surabaya telah dirampungkan Sustainable Urban Mobility Plan yang melibatkan Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, serta lebih luas lagi kawasan Gerbangkertasusila. Kawasan metropolitan ini sudah memiliki perpres tersendiri untuk rencana tata ruangnya,” kata Emil di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2025) lalu.
Menurut Emil, salah satu fokus utama dalam rencana itu adalah peningkatan kapasitas jaringan utama kereta api di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Proyek ini mendapatkan pinjaman lunak tahap pertama sebesar EU€ 230 juta dari bank pembangunan Jerman (KfW). “Dengan dukungan pemerintah pusat, akan ada double track dan elektrifikasi. Kapasitasnya bisa meningkat hingga tiga kali lipat,” tutur Emil.
Baca Juga
Ia menambahkan, sejumlah stasiun yang berpotensi menjadi kawasan transit oriented development (TOD) sudah diidentifikasi. Dengan demikian, pengembangan transportasi publik berbasis kereta dapat mendorong pertumbuhan kawasan secara lebih terintegrasi.
“Tahap pertama yang paling penting sekarang, kita sudah identifikasi segmen pelaksanaan pertama. Detail engineering design akan menjadi fokus kita untuk sekitar satu tahun ke depan,” pungkas Emil.

