Ada Gangguan KRL Rangkasbitung–Tanah Abang, Menhub dan Gubernur Banten Ikut Terjebak
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Gangguan layanan Commuter Line lintas Rangkasbitung arah Tanah Abang pada Rabu (28/1/2026) turut membuat rombongan Gubernur Banten Andra Soni dan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi tertahan di dalam perjalanan.
Menhub mengaku tidak mempermasalahkan gangguan perjalanan tersebut. Dudy mengatakan sudah terbiasa menggunakan kereta api sebagai moda transportasi.
“Nggak, biasa aja. Sudah biasa naik kereta. Tadi ngobrol saja,” kata Dudy saat ditanya soal gangguan perjalanan menuju Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga
'Commuter Line' Surabaya–Pasuruan Akan Diperpanjang ke Probolinggo
Ketika ditanya mengenai topik pembicaraan selama perjalanan bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono, Dudy menjawab singkat. “Ngobrolin rel hahaha,” ucap dia dengan gelak tawa.
Sementara itu, gangguan layanan tersebut juga dikeluhkan oleh pengguna Commuter Line. Seorang pegawai swasta, Mawar mengaku harus menunggu cukup lama akibat gangguan perjalanan.
Baca Juga
KAI Ramal 19,9 Juta Orang Naik Commuter Line Selama Nataru 2025/2026
“Saya sudah 40 menit di Jurangmangu tunggu kereta karena ada gangguan,” kata perempuan berusia 28 tersebut kepada investortrust.id, Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan pantauan investortrust.id, gangguan layanan Commuter Line lintas Rangkasbitung terjadi sejak pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 11.00 WIB.
Akibat gangguan tersebut, perjalanan kereta sempat tertahan dan menyebabkan keterlambatan bagi para penumpang. Rombongan Gubernur Banten, Menteri Perhubungan, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berada di dalam rangkaian Commuter Line turut menunggu pemulihan layanan bersama para pengguna lainnya.
Adapun fenomena ini dialami para stakeholders usai meresmikan Stasiun KRL Jatake di Tangerang, Banten yang dibangun oleh anak usaha Sinar Mas Land, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) pada Rabu (28/1/2026).

