Dana Tunggu Hunian Pascabencana Sumatra Hampir 100% Tersalurkan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah telah menyalurkan dana tunggu hunian (DTH) hampir 100% kepada masyarakat terdampak bencana di tiga Provinsi Sumatra.
Demikian disampaikan Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam dalam rapat koordinasi (Rakor) satgas pemulihan bencana sumatera di gedung parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
“Penyaluran dana tunggu hunian di Aceh sudah 94%, di Sumut (Sumatera Utara) 99%, dan Sumbar (Sumatera Barat) 97%. Ini khusus untuk rusak berat atau hilang. Mereka memilih kontrak, sewa, atau tinggal di rumah keluarganya, diberikan dana tunggu hunian Rp 600.000 x 3 jadi Rp 1,8 juta. Minggu lalu, kita laksanakan serempak di 25 kabupaten/kota,” ungkap Tito.
Dana tunggu hunian diberikan kepada warga dengan kategori rumah rusak berat atau hilang akibat bencana. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan tempat tinggal sementara, baik melalui kontrak, sewa, maupun menumpang di rumah keluarga.
Baca Juga
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memaparkan, perkembangan pembangunan hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), serta penyaluran dana tunggu hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra.
Menurut Suharyanto, pembangunan huntara di Aceh telah menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan rampung dalam beberapa pekan ke depan.
“Kami laporkan untuk di Aceh, ini sudah jadi 5.774 unit, masih kurang sekitar 10.000 tetapi bukan berarti ini belum dibangun. Semuanya dalam proses pembangunan serentak, ada yang sudah 90% ada yang juga masih 30-40%. Tapi ini siang malam bekerja sehingga dalam minggu-minggu ke depan ditargetkan bisa selesai,” kata dia beberapa waktu lalu.
Adapun dana tunggu hunian (DTH) kepada pengungsi yang memilih tinggal di luar lokasi pengungsian sudah disalurkan kepada lebih dari 10.000 kepala keluarga (KK).
“Kemudan dana tunggu hunian, ini semuanya yang sudah disalurkan ada 10.766 KK, uangnya sejumlah Rp 19.396.800.000,” ungkap Suharyanto.

