Konsolidasi Galangan BUMN, PT PAL Tegaskan Bukan untuk PHK
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT PAL Indonesia menegaskan bahwa rencana konsolidasi BUMN galangan kapal yang tengah dibahas bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara bukanlah agenda pengurangan tenaga kerja. Langkah tersebut justru diposisikan sebagai strategi untuk memperkuat struktur industri, menyehatkan kinerja keuangan, dan meningkatkan daya saing perkapalan nasional.
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyampaikan bahwa konsolidasi difokuskan pada pembentukan fondasi industri yang lebih kokoh agar mampu menjawab kebutuhan kapal dalam negeri yang terus meningkat. Menurutnya, penguatan organisasi menjadi prioritas utama dalam proses tersebut.
“Yang sedang kami siapkan adalah pembentukan tim yang kuat dan berkapasitas untuk membangun industri maritim nasional. Konsolidasi bukan sekadar menggabungkan entitas, tetapi menyatukan kompetensi dan memperkuat organisasi,” ujar Kaharuddin di Jakarta, seperti dikutip laman resmi PT PAL, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa penataan sumber daya manusia dilakukan melalui asesmen menyeluruh berbasis kompetensi dan kebutuhan industri. Pendekatan ini bertujuan memastikan setiap insan galangan ditempatkan sesuai kapasitasnya serta memperoleh ruang pengembangan yang lebih baik dalam struktur industri yang terintegrasi. Konsolidasi diharapkan membuka ruang produktivitas yang lebih luas, memperjelas pembagian peran antar-galangan, serta menciptakan kesinambungan pekerjaan dalam jangka panjang.
“Konsolidasi ini justru diharapkan membuka ruang produktivitas yang lebih luas, memperjelas pembagian peran antar-galangan, serta menciptakan kesinambungan pekerjaan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Baca Juga
BP BUMN Targetkan Konsolidasi Galangan Kapal di Bawah PT PAL Tuntas dalam 6 Bulan
Lebih jauh, Kaharuddin menekankan efek berganda yang akan muncul ketika galangan dalam negeri bergerak secara optimal. “Ketika galangan dalam negeri bergerak, rantai pasok ikut hidup, industri baja tumbuh, komponen diproduksi di dalam negeri, dan lapangan kerja tercipta. Inilah multiplier effect yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian bangsa,” tegasnya.
Konsolidasi galangan nasional diproyeksikan membentuk ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari produsen baja, manufaktur komponen, sistem kelistrikan, hingga penyedia jasa desain dan rekayasa. Peningkatan produksi kapal, baik untuk kebutuhan BUMN, logistik energi, maupun pembangunan kapal ikan nasional, diyakini akan mendorong pertumbuhan tenaga kerja secara berjenjang, tidak hanya di galangan tetapi juga pada sektor hulu dan hilir serta industri pendukung lainnya.
Rencana penugasan PT PAL sebagai induk galangan BUMN diarahkan untuk mengoordinasikan kebutuhan kapal nasional di sektor energi, transportasi, dan pertahanan agar dapat dikerjakan secara sinergis oleh galangan BUMN maupun swasta dalam negeri. Strategi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor kapal yang selama ini masih dominan, sekaligus memperkuat kemandirian dan daya saing industri maritim Indonesia.
PT PAL memastikan proses konsolidasi akan dijalankan secara transparan dan terukur, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan industri serta penguatan sumber daya manusia nasional sebagai fondasi utama pembangunan maritim ke depan.

