Menteri KKP Target Kampung Nelayan Rampung Januari 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, memberikan update perihal pembangunan Kampung Nelayan, yang menjadi salah satu agenda prioritas nasional dalam rangka penyerapan tenaga kerja.
Ia mengatakan saat ini KKP tengah dalam proses pembangunan 65 unit dari total 100 Kampung Nelayan.
“65 sedang dalam pembangunan di seluruh Indonesia,” kata dia saat ditemui di sela-sela agenda Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025.
Ketika ditanyai perihal target, ia memperkirakan Kampung Nelayan akan rampung pada Desember 2025 hingga Januari 2026.
“Desember-Januari, mudah-mudahan selesai,” jawabnya.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2025. Program ini pun diharapkan membuka lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan produksi ikan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan dampak pembangunan KNMP akan meningkatkan produksi perikanan menjadi rata-rata 800 ton per tahun, dengan jumlah orang yang bekerja secara permanen mencapai 7.000 orang di 100 lokasi, serta meningkatkan pendapatan rata-rata per lokasi sebesar Rp 29,2 miliar per tahun.
“Untuk satu kampung nelayan itu kita ingin menghadirkan penciptaan lapangan kerja, sekitar 700 orang dalam satu kampung nelayan sehingga target 2025 ini bisa menghadirkan 7.000 lapangan pekerjaan baru bagi tenaga kerja baru tersebut,” ujar Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Ditjen Perikanan Tangkap KKP, Mahrus, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Baca Juga
Kampung Nelayan Merah Putih Ditarget Cetak 7.000 Lapangan Kerja dan Produksi Ikan 800 Ton
Secara terperinci, 5.000 tenaga kerja permanen akan bekerja di bagian operasional, sementara 2.000 lainnya merupakan tenaga kerja nelayan. Mereka akan bekerja sebagai tenaga bantuan kapal, nelayan, bekerja di lini bisnis mobil pengangkut, pabrik es, bengkel, kios perbekalan, sentra kuliner, hingga koperasi.
“Tentunya ini akan ada operator yang akan melaksanakan unit-unit ini, dan di antara operator ini pasti akan menyerap lapangan pekerja tambahan. Nah ini kita targetkan untuk 100 (KNMP) ini bisa sampai menyerap 5.000 orang di seluruh lokasi,” jelas Mahrus.

