Pertamina Jaga Pasokan Energi dan Salurkan Bantuan untuk 191.000 Korban Bencana Sumatra
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina (Persero) memastikan kesinambungan pasokan energi sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bencana yang terjadi pada 25 November 2025 itu memengaruhi operasional distribusi energi di puluhan kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan, bencana berdampak langsung terhadap sistem penyaluran BBM dan LPG. Akses darat yang terputus menghambat pergerakan mobil tangki dan distribusi LPG, sementara gelombang tinggi di laut mengganggu proses sandar kapal pengangkut BBM. Di sisi lain, keterbatasan operasional jalur udara turut memengaruhi distribusi logistik pada masa tanggap darurat.
“Sebagaimana yang kita ketahui, bencana yang menimpa tiga provinsi di Sumatra itu mempengaruhi operasi penyaluran energi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Namun, kami berusaha semaksimal mungkin untuk tetap menyalurkan BBM dan LPG meskipun distribusi terdampak banjir,” ujar Oki dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga
Pertamina Sangsanga Temukan Minyak 520 Bph di Area Sumur Lama Kutai Kartanegara
Menurut dia, situasi tersebut menegaskan pentingnya ketahanan sistem logistik energi nasional. Pertamina pun mengoptimalkan distribusi melalui skema multimoda, memadukan jalur darat, laut, dan udara guna menjaga keberlanjutan pasokan di wilayah terdampak.
Pada hari-hari awal bencana, distribusi energi difokuskan pada wilayah prioritas dengan respons cepat dan penguatan pemantauan di titik-titik distribusi. Layanan operasional tetap dijalankan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses energi, termasuk fasilitas kesehatan, posko pengungsian, dan dapur umum.
Selain menjaga pasokan energi, Pertamina mengintensifkan bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari fungsi BUMN dalam mendukung ketahanan sosial saat krisis. Total penerima manfaat yang berhasil dijangkau mencapai 191.087 jiwa, dengan dukungan operasional disalurkan melalui 164 posko dan 111 dapur umum di tiga provinsi tersebut.
“Adapun kebutuhan dasar yang kita juga berusaha bantu termasuk penyediaan air besi sebesar 5 juta liter yang di dalamnya termasuk reaktivasi sumur-sumur bor, 13 sumur bor di tiga provinsi tersebut,” sebut Oki.
Di sektor pendidikan, Pertamina menyalurkan 1.165 paket sekolah dan seragam bagi anak-anak terdampak bencana sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan proses belajar mengajar.
“Kemudian untuk energi tentu kita berusaha sebaik mungkin memberikan operasional darurat termasuk gas dan LPG, bright gas, BBM termasuk Dexlite dan Pertamax, Avtur, dan bantuan penyeluruhan listrik melalui solar PV, PLTS, dan genset. Ini kita lakukan untuk memastikan operasional dari posko. Dapur umum dan fasilitas kesehatan tetap dapat berjalan,” terang dia.
Tak hanya itu, dukungan sumber daya manusia (SDM) juga dikerahkan secara maksimal. Lebih 500 relawan perwira Pertamina diterjunkan ke lokasi terdampak, didukung 28 dokter dan 56 perawat untuk memperkuat layanan kesehatan di lapangan.
Baca Juga
Pertamina Kembangkan Bioavtur Cilacap, Produksi SAF Digenjot Jadi 887 KL Per Hari
Oki menegaskan, seluruh upaya tersebut dilakukan secara sinergis bersama DPR, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kementerian PU, Polri, serta pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya. Kolaborasi multipihak menjadi kunci percepatan penanganan bencana.
“Kami berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, memberikan dukungan operasional energi, serta bekerja sama dengan seluruh komponen bangsa agar penanganan musibah banjir dan longsor dapat berjalan cepat dan terkoordinasi,” kata Oki.

