Kinerja Operasional Dorong Saham Elnusa (ELSA) Capai Level Tertinggi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) menembus level tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) di Rp 735 pada perdagangan Rabu (4/2/2026), didorong penguatan kinerja operasional, proyek strategis, serta optimisme investor terhadap prospek bisnis jasa energi terintegrasi yang menopang ketahanan energi nasional.
Sementara pada perdagangan Jumat (6/2/2026), saham ELSA stagnan menjadi Rp 705 per saham.
Perusahaan jasa energi terintegrasi PT Elnusa Tbk (ELSA), anak usaha Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan penguatan harga saham lebih 40% secara year to date (ytd) sepanjang 2026. Kinerja tersebut mencerminkan respons positif pasar terhadap konsistensi eksekusi proyek, disiplin operasional, serta strategi bisnis yang dinilai solid oleh investor.
Pergerakan saham ELSA terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap emiten jasa energi dengan fundamental kuat dan portofolio terdiversifikasi. Kinerja saham juga mencerminkan peningkatan kualitas operasional dan pengelolaan risiko yang dijalankan perusahaan sepanjang 2025.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Gandeng Ecolab Komersialisasikan Teknologi Geotermal IoT
Corporate Secretary Elnusa Rustam Aji menyampaikan bahwa apresiasi pasar tidak terlepas dari ketahanan kinerja operasional perusahaan di tengah dinamika industri energi. “Sepanjang 2025, Elnusa mampu menjaga kesinambungan kinerja melalui penguatan operational excellence, penerapan teknologi yang tepat guna, serta budaya keselamatan kerja yang konsisten di seluruh lini bisnis,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026)
Pada segmen jasa hulu minyak dan gas bumi, Elnusa menyelesaikan sejumlah proyek survei seismik strategis di berbagai wilayah kerja utama. Keberhasilan tersebut mempertegas kapabilitas teknis dan manajerial perusahaan dalam mendukung eksplorasi dan pengembangan migas secara efisien dan tepat waktu sehingga menopang kesinambungan pendapatan.
Di lini oil field services, Elnusa menuntaskan lima sumur HWU-150K di wilayah kerja Pertamina EP Cepu dengan penerapan standar HSSE secara penuh tanpa insiden keselamatan kerja. HSSE merupakan standar kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan dalam operasional industri energi.
Pada bisnis EPCOM, perusahaan menyelesaikan proyek EPC Booster Pump lebih cepat dari jadwal serta mengamankan kontrak baru di lingkungan Pertamina Group, mencerminkan keandalan eksekusi proyek dan tingkat kepercayaan pelanggan.
Kontribusi kinerja juga berasal dari segmen distribusi dan logistik energi melalui anak usaha PT Elnusa Petrofin. Perusahaan mencatat pertumbuhan volume penyaluran bahan bakar 29% serta memperoleh 42 proyek baru sepanjang 2025. Pencapaian tersebut memperkuat posisi Elnusa dalam rantai pasok energi nasional sekaligus memperluas basis pendapatan berulang.
Baca Juga
Pada segmen jasa penunjang migas, Elnusa memperluas jejak internasional melalui ekspansi layanan OCTG di Aljazair serta keterlibatan dalam proyek survei seismik tiga dimensi di perairan Songkhla, Thailand. Di sisi lain, bisnis data dan warehouse management mengelola 253 kontrak aktif dengan tingkat utilisasi aset mencapai 95%, yang mencerminkan efisiensi pengelolaan aset dan stabilitas operasional anak usaha.
Memasuki 2026, Elnusa mengusung arah strategis “Rediscover Technology and Innovation Edge” dengan fokus pada penguatan operational excellence berbasis inovasi, efisiensi biaya melalui cost leadership, serta sinergi lebih terintegrasi di dalam ekosistem Elnusa Group dan Pertamina Group. Dengan fondasi fundamental yang kuat dan strategi pertumbuhan terarah, perusahaan optimistis mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

