Bagikan

Indosat (ISAT) Blokir 2 Miliar Potensi Spam-Scam, Cegah Kerugian Rp 8,4 T

Poin Penting

Fitur Anti-Spam & Anti-Scam Indosat cegah potensi kerugian hingga Rp8,4 triliun.
Indosat-Tanla blokir 2 miliar aktivitas scam dalam enam bulan terakhir.
Lebih 2,5 juta pelanggan aktif lindungi diri dari penipuan digital.

JAKARTA, investortrust.id - Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) mencatat keberhasilan lewat fitur Anti-Spam dan Anti-Scam yang telah dirilis dalam enam bulan terakhir. Aksi ini juga diklaim berhasil mencegah potensi kerugian finansial hingga US$ 500 juta, setara Rp 8,4 triliun dengan kurs rupiah Rp16.800 per dolar AS.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menyatakan penguatan fitur ini menjawab kebutuhan nyata pelanggan. Fitur ini sendiri telah dikembangkan bersama Tanla melalui platform Wisely AI untuk melindungi seluruh pelanggan Indosat.

“Ini (scam-spam) adalah ancaman yang nyata. Saat ini, sekitar US$ 5 miliar hilang dari masyarakat kelas menengah dan menengah bawah melalui penipuan bernilai kecil,” ujar Vikram di Kantor Indosat, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Data internal perusahaan menyebut ancaman paling banyak berasal dari modus penipuan OTP, phishing, dan undian palsu. Aktivitas tersebut meningkat pada periode tertentu seperti menjelang hari raya, musim belanja daring, dan pencairan bantuan sosial.

Virkam menyebut dalam enam bulan terakhir Indosat bersama Tanla telah secara aktif menekan ruang gerak pelaku kejahatan digital. “Dalam enam bulan terakhir, dengan bantuan Tanla, kami telah memberikan peringatan terhadap 2 miliar aktivitas scam dan membuat ruang gerak para pelaku semakin terbatas,” katanya.

Baca Juga

Tren Kejahatan Digital di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, Jawa Barat Masuk Darurat ‘Scam’

Di sisi regulator, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan digital. Ia pun memuji inisiatif Indosat dalam mencegah kejatahan di ruang digital.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha. Foto: Investortrust/Saliki Dwi Saputra

“Perlindungan terhadap scam merupakan bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan publik di ruang digital. Inisiatif seperti yang dilakukan Indosat menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan secara konkret untuk melindungi masyarakat,” ujar Nezar.

Selain memblokir ancaman, fitur ini juga mendorong keterlibatan pelanggan dalam upaya pencegahan penipuan. Lebih dari 2,5 juta pengguna telah mengaktifkan layanan ini dan melaporkan 124.000 nomor yang terindikasi melakukan penipuan.

Vikram pun menegaskan keamanan digital menjadi prasyarat utama pertumbuhan ekonomi digital nasional. “Kami ingin memastikan pelanggan merasa aman, baik saat menggunakan OTP, SMS, maupun panggilan. Karena tanpa kepercayaan, pertumbuhan digital dan ekonomi digital akan dipertanyakan,” tutupnya.

Ke depan, Indosat berkomitmen menyempurnakan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam agar tetap relevan dan mudah diakses. Layanan ini tersedia melalui SATSPAM untuk pelanggan IM3 dan TRI AI: Anti-Spam/Scam bagi pelanggan Tri dengan sistem identifikasi visual berbasis kode warna.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024