Bagikan

Kurangi Waktu Tunggu, Transjakarta Tambah 116 Bus Baru pada 2026

Poin Penting

Transjakarta menambah 116 bus baru pada 2026 untuk mengurangi waktu tunggu penumpang.
Penambahan terdiri dari 30 bus listrik dan 86 bus ukuran sedang untuk memperkuat layanan.
Gangguan cuaca, pembatasan kecepatan, dan hambatan jalur busway memengaruhi headway operasional.

JAKARTA, investortrust.id — PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana menambah 116 bus baru pada 2026 sebagai upaya mengurangi waktu tunggu atau headway yang selama ini dikeluhkan pelanggan.

“Bus yang ditambah ini berasal dari 30 unit bus listrik baru dan 86 bus ukuran sedang,” kata Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, Daud Joseph dalam media briefing di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).

Daud menjelaskan, bus ukuran sedang akan digunakan untuk menggantikan bus besar yang selama ini dipakai pada pembukaan rute-rute baru.

Terkait keluhan pelanggan panjangnya headway, Daud menyebut sejumlah faktor yang memengaruhi operasional. Salah satunya adalah kondisi cuaca ekstrem berupa hujan dan banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga

28 Rute Transjakarta Terdampak Banjir Jakarta Kamis Pagi

“Banjir yang terjadi beberapa hari kemarin itu memang berdampak signifikan terhadap layanan kita, terutama di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat,” ujarnya.

Menurut Daud, kedua wilayah tersebut mengalami gangguan pada banyak rute. “Dua wilayah ini terpengaruh sangat banyak rute-rutenya, terutama rute-rute yang dilayani oleh bus-bus kecil atau mikrotrans,” ucapnya.

Faktor lain yang memengaruhi headway adalah pembatasan kecepatan pada sejumlah rute berdasarkan rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), terutama saat melintas di jalan tol.

“Ketika kecepatan dibatasi, waktu tempuh akan menjadi lebih lama. Dengan jumlah kendaraan sama, headway antara satu kendaraan dan kendaraan lain akan menjadi lebih jarang,” jelas Joseph.

(Ki-ka) Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Transjakarta Mayangsari Dian Irwantari, Direktur Sistem Teknologi Informasi & Pelayanan Transjakarta Raditya Maulana Rusdi, Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza, Direktur Operasional & Keselamatan Transjakarta Daud Joseph, dan Direktur Bisnis & Pemanfaatan Aset Transjakarta Fadly Hasan dalam media briefing di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026). Foto: investortrust/Rizqi Putra Satria

Selain itu, hambatan di jalur khusus Transjakarta juga menjadi penyebab keterlambatan layanan, termasuk masih adanya kendaraan lain yang memasuki jalur busway. “Banyak jalur kita yang kalau menunggu sepeda motor, bus kita kadang-kadang tidak bisa jalan,” ungkap Joseph.

Sementara itu, Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menyampaikan bahwa hingga 2025, jumlah armada rendah emisi yang telah dioperasikan mencapai 470 unit bus listrik. “Hampir di semua rute kita sudah bisa mendapati bus listrik,” papar Welfizon.

Baca Juga

Transjakarta Buka Rute Cawang–Cikarang Februari 2026

Terpisah, Gubernur Jakarta Pramono Anung menargetkan, pengadaan 10.000 unit bus listrik Transjakarta hingga 2029 sebagai bagian dari pengembangan transportasi publik ramah lingkungan sekaligus peningkatan kualitas layanan. “Target saya di tahun 2029, 10.000 bus Jakarta itu sudah bus elektrik,” kata Pramono kepada wartawan di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/2/2026).

Pramono menilai, penambahan armada diperlukan seiring meningkatnya keluhan masyarakat terkait lamanya waktu tunggu bus. Menurutnya, terdapat dua faktor utama yang memicu kondisi tersebut, yakni hambatan operasional akibat musim hujan serta lonjakan jumlah penumpang. “Sekarang orang naik transportasi umum di Jakarta meningkat dengan pesat. Itu yang menyebabkan kemudian orang menunggu lebih lama,” pungkas Pramono.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024